Media Center, Rabu ( 06/10 ) Dalam rangka memberikan solusi atas permasalahan stock dan harga distribusi BBM di Pulau Sapudi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, menghadirkan program langit biru.
Diketahui, program tersebut secara nasional menghapus produk jenis BBM khusus penugasan atau Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) (premium), baik di daratan maupun kepulauan Sumenep.
“Bupati hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan di kepulauan. Hari ini kita gelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk menindaklanjuti aduan Pergerakan Pemuda Peduli Sapudi,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si, Rabu (06/10/2021).
Dari hasil koordinasi dengan sejumlah pihak, diketahui penyebab terjadinya kenaikan harga BBM di Pulau Sapudi, diduga karena pihak Agen Premium Minyak Solar (APMS) lebih mengutamakan untuk melayani agen atau pengecer jerigen, bukan kepada konsumen langsung.
“Karena kondisinya begitu, maka masyarakat saat hendak membeli BBM mendapatkan harga yang lebih mahal, karena sudah dijual ke agen,” imbuh Edy.
Namun, sebagai solusi, Pemkab Sumenep telah meminta kepada PT Pertamina (Persero) selaku penyedia BBM untuk hadir mencukupi kebutuhan BBM masyarakat kepulauan.
“Alhamdulillah, per 01 Oktober 2021, Pertamina memberikan program langit biru,” terang mantan Kepala Dinas PU Bina Marga ini.
Bahkan, khusus di Kepulauan Sumenep, BBM jenis Pertalite diberikan harga khusus, seharga BBM jenis Premium.
“Untuk masyarakat pulau kita kasih Pertalite seharga Premium, jadi lebih murah, tujuannya agar bisa mengendalikan harga BBM di kepulauan,” tegasnya. ( Miko, Fer )