News Room, Kamis ( 24/03 ) Gerakan menanam satu juta pohon yang dilaksanakan pertengahan Pebruari 2011 lalu, tepatnya di Area Sumber Tonggung Desa Pancor Kecamatan Gayam Pulau Sapudi diharapkan dapat terus ditindak lajuti oleh masyarakat dalam pemeliharaannya. Tanaman yang ditanam di sejumlah areal milik petani dan pemerintah itu, tidak mubazdir dan terus menjadi azet bagi kehidupan masyarakat setempat. Sebab, manfaatnya memang tidak bisa langsung dirasakan saat ini, namun beberapa tahun kemudian akan dirasakan masyarakat, baik secara material maupun untuk kelestarian lingkungan hidup. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kehutanan Dishutun Kabupaten Sumenep, H. Ismail, SP di kantornya tadi siang, Kamis (24/03). Menurutnya, sekitar 5.000 bibit pobon, seperti bibit pohon jati, mahoni, akasia, nyamplong, mangga dan sukun. “Sebagian bibit itu memang merupakan bibit pohon yang memang potensi di pulau Sepudi, namun beberapa bibit lainnya merupakan jenis bibit baru dalam rangka pemanfaatan lahan yang ada disana,â€ujar H. Ismail. Dijelaskan, pihaknya setiap tahun selalu melaksanakan penanaman ribuan pohon di sejumlah lokasi yang cocok dengan bibit tanaman yang bermanfaat bagi petani, sehingga diharapkan tidak ada sejengkalpun tanah yang sia-sia. Kegiatan gerakan menanam pohon bukan semata-mata kegiatan seremonial belaka, namun itu merupakan bentuk kampanye maupun seruan kepada masyarakat, agar gemar menanam, minimal setiap orang bisa menanam satu pohon. Dan itu jelas bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri. “Karena itu, jika selama ini kegiatan seremonial penanaman pohan di Kabupaten Sumenep seringkali dilaksanakan di daerah daratan, namun kali ini dilaksanakan di kepulauan, agar masyarakat kepulauan juga bisa menyemarakkan kegiatan menanam minimal diareal rumah dan pekarangan masing-masing,â€tambahnya. ( Ren, Esha )