News Room, Rabu ( 24/02 ) Sebagai Desa yang memiliki potensi dibidang kerajinan keris dan berbagai benda pusaka lainnya di Desa Aeng Tong-tong Kecamatan Saronggi terus menjaga imej sebagai Desa yang memiliki kharisma tersendiri dalam menjaga lingkungan Desanya dari perilaku yang merugikan masyarakat dan lingkungannya. Karena itu Desa yang pernah meraih penghargaan di bidang Kamtibmas dari Polres Sumenep ini tetap menerapkan Sispemas (Sistem Penjagaan Masyarakat) sebagai budaya masyarakat dimasing-masing RT hingga Dusun dilingkungan Desa Aeng Tong-tong. Kepala Desa Aeng Tong-tong, Taufik Rahman ketika ditemui News Room tadi siang Rabu (24/02) mengungkapkan, pihaknya selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus memberikan kenyamanan dan pengamanan dari oleh dan untuk masyarakat sendiri, sehingga orang luar yang datang ke Desanya akan merasa nyaman dan aman. “Dengan suasana yang nyaman dan aman, para pengusaha dan berbagai kalangan yang memiliki kepentingan terhadap potensi yang dimiliki Desa Aeng Tong-tong itu akan betah dan semakin mantap ketika akan melakukan investasi disini,â€Âujar Taufik. Lebih lanjut, Kades yang melanjutkan Bapaknya sebagai Kades Aeng Tong-tong sebelumnya ini mengaku bangga ketrampilan yang banyak dimiliki masyarakatnya bisa dikenal tidak hanya di dalam negeri, namun juga sudah dikenal di manca negara. Bahkan, beberapa investor asing sudah banyak yang datang hanya sekedar melihat dan membeli langsung kepada para pengrajin keris dan pusaka yang ada di Desanya. “Kami berharap kedepan, potensi Desa kami tetap menjadi kebanggaan bagi Sumenep dan Indonesia secara umum. Sebab, berbagai karya pusaka di Desanya sudah terpajang dibeberapa kolektor benda-benda pusaka dunia,â€Âtambahknya. Bahkan, Taufik mengaku memiliki keinginan untuk adanya lokasi khusus di Kabupaten Sumenep untuk memajang hasil karya pusaka, sehingga setiap wisatawan yang datang akan langsung menuju tempat itu, yang didalamnya sudah ada berbagai karya pusaka dan kerajinan tradisional lainnya, sehingga wisatawan akan semakin mudah mendapatkan apa yang diinginkan, tanpa harus keliling mencari karya-karya potensi kepelosok-pelosok. ( Ren, Esha )