News Room, Senin ( 06/04 ) Disamping memiliki sebuah legenda unik, yakni sebuah batu yang berbentuk sapi dan manusia, yang berada di pinggir pantai, Desa Badur Kecamatan Batuputih ternyata juga banyak menyimpan legenda historis, yang tetap menjadi rahasia di Desa paling utara setelah Desa Batuputih Daya ini. Sekitar 2 kilometer disebelah timur dari Gua Badur, tempatnya dua batu yang berbentuk sapi dan manusia, juga terdapat dua onggok batu yang menyerupai seorang wanita dan bayi. Yang konon dulu dari batu itu menetes darah, hingga membuat sekitar pantai itu airnya memerah. “Saat ini hanya diseputar batu itu saja yang warnanya seperti kemerah-merahan, dan batunya yang juga lebam seperti dilumuri oil merah, orang-orang disini menyebutnya “Bato Dara Towa†(Batu Dara Tua, Red),â€Âujar Kepala Desa Badur, yang didampingi beberapa warga naik perahu melihat lokasi “Bato Dara Towa†dari laut. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, asal usul patung perempuan dan bayi yang disebut “Bato Dara Towa†itu menyebutkan, sang bayi adalah bayi dari ibu yang kehilangan anaknya saat ditidurkan ditepi pantai menunggu suaminya melaut. Dan tiba-tiba ketika ditinggal sebentar untuk mengambil air, sang bayi hilang, sehingga ibunya menangis terus hingga menghilang juga dipantai itu, dan kemudian muncullah dua sosok batu berbentuk ibu dan bayinya. Diakui Jamik, cerita rakyat dari beberapa lokasi yang hingga saat ini dikeramatkan oleh warga setempat itu memang tidak dibukukan, namun hanya bisa didengar dari mulut kemulut. Bahkan, konon “Rato Topote†juga ada di Desa Badur, hanya saja tidak ditemukan dimana kuburannya. Karena itu, pihaknya berharap kedepan Pantai Badur akan menjadi obyek wisata yang menjadi tujuan wisatawan, seperti Pantai Lombang. Sebab, disamping masih alami dan memiliki pemandangan yang menakjubkan, juga ada air tawar yang mengalir dari sungai hingga kemuara dibibir pantai. Setiap hari, Pantai Badur tetap ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar maupun warga Desa lain untuk sekedar menikmati suasana pantai. Bahkan, kadang berenang bersama anak-anak pantai Badur, yang melompat dari perahu nelayan yang diparkir dimuara sungai. ( Ren, Esha )