Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-09-2010
  • 453 Kali

Lebaran Ketupat, Reuni Kerabat Dan Sahabat Di Batu Kurung

News Room, Jum’at ( 17/09 ) Meskipun pantai Slopeng dan Lombang serta berbagai tempat wisata lainnya di Sumenep menjadi tujuan masyarakat yang ingin merayakan lebaran ketupat. Namun, bagi sebagian masyarakat yang cinta lingkungan dan tumpah darahnya sendiri, justeru tidak ingin jauh-jauh untuk merayakan lebaran ketupat. Yakni, cukup ditempat lokasi wisata di daerahnya sendiri sekalian bernostalgia dengan kerabat dan sahabat sekampung maupun teman sekelas. Seperti halnya, yang dilakukan masyarakat Kalianget Timur dan Kalianget Barat Kecamatan Kalianget. Hampir setiap lebaran ketupat sepertinya mereka tidak ingin menyia-nyiakan tempat mereka ketupatan semasa kecil, yakni di Batu Kurung. Meskipun lebaran ketupat di Batu Kurung tahun ini tidak ada hiburan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun nuansa ketupatan tetap terlihat di pantai yang penuh batu karang tersebut. Salah seorang pengunjung asal Desa Kalianget Barat, Abd. Salam (38) mengaku sangat senang bisa berlebaran ketupat di pantai Batu Kurung yang juga banyak menyimpan kenangan ketika bersama teman-teman masa kecilnya dulu. Bapak dari 2 anak ini juga mengaku menikmati suasana yang penuh keakraban antara teman-teman dan kerabat yang bertemu disana. “Ini secara tidak sengaja sebenarnya merupakan suasana reuni yang menyenangkan, mereka kebayakan datang bersama keluarganya, saling sapa dan saling mengenalkan keluarga dan anak-anaknya satu sama lainnya, sehingga terjalin hubungan kekeluargaan yang kental,”ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan Hasyim (40) warga Desa Kalianget Timur, yang mengaku reuni yang paling menyenangkan memang ditempat yang terbuka dialam bebas seperti itu, sehingga tidak ada kesan formal, namun antara kerabat dan sahabat yang kebetulan memang baru bisa bertemu setahun sekali, dapat bercengkrama dengan leluasa dibawah pohon rindang dan angin. “Sebaiknya, tempat ini memang dibiarkan alami seperti itu, dan tidak perlu dibangun macam-macam yang biasanya nanti akan menjadi tempat yang malah menggerahkan untuk dikunjungi, misalnya harus membeli karcis dan macam-macam, yang membuat orang berpikir 2 kali untuk datang,”ujar pria yang saat ini tinggal di Gresik ini. Kalau soal membangun sarana dan prasana seperti jalan menuju lokasi pantai tidak masalah. Sebab, dengan sendirinya Pantai Batu Kurung menurut Hasyim akan tetap menjadi tempat wisata alternatif masyarakat yang ingin sekedar melihat panorama pantai dengan angin laut yang sepoy-sepoy, sekaligus melepas rasa kangen pada suasana masa lalu yang indah. Sebetulnya, sejak tahun 1980 dan 1990-an Pantai Batu Kurung secara alami sudah banyak dikunjungi masyarakat sekitar, meskipun hanya sebagai persinggaan saja ketika datang dari Wisata Ponjuk di Kecamatan Talango dan sebagainya. Ketika gua yang ada di Pantai Batu Kurung sempat di gali oleh warga sekitar seringkali didatangi pengunjung pada hari libur. Bahkan, pernah menjadi opini tempat tersebut akan dibangun pelabuhan nasional, namun hingga saat ini rupanya tetap aman. ( Ren, Esha )