Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-08-2013
  • 1230 Kali

Lebaran “Ketupat“ Masih Digemari Masyarakat

News Room, Kamis ( 15/08 ) Perayaan ketupatan yang biasa dilaksanakan 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri, tetap menjadi budaya masyarakat Madura, khususnya di Sumenep. Masyarakat dari seluruh kalangan, tua, muda dan anak-anak, sepertinya kurang afdhol jika tidak merayakan ketupatan yang dikenal dengan Hari Raya Ketupat tersebut. Selain, tradisi silaturrahmi saling mengantarkan makanan ketupat, leppet dan semacamnya, masyarakat biasanya membawa makanan khas ketupatan tersebut ke berbagai tempat wisata yang ada di Bumi Sumekar ini. Seperti halnya yang biasa dikunjungi, Pantai Lombang dan Slopeng serta berbagai tempat pinggir pantai lainnya. Seperti halnya yang terlihat di Pantai Ponjuk Desa Padike Kecamatan Talango, terlihat lebih ramai dari ketupatan tahun-tahun sebelumnya. Pada ketupatan hari ini, Selasa (15/08) di Pantai Ponjuk sengaja diramaikan dengan berbagai sarana hiburan, seperti panggung hiburan orkes, saronen dan melayani pengunjung naik kuda seperti yang ada di Pantai Slopeng dan Pantai Lombang. Salah seorang pengunjung Pantai Ponjuk asal Desa Kalianget Timur, Samsuni mengaku lebaran ketupat bersama keluarga tetap menjadi agenda penting setiap tahun. Sebab, apalagi dirinya setiap tahun juga merayakan ketupatan, hingga saat ini anaknya minta datang ke tempat yang ramai dikunjungi masyarakat seperti di Pantai Ponjuk tersebut. “Setiap tahun kami bergantian datang ke tempat wisata pantai, seperti ke Lombang, Slopeng, dan ke pantai Ponjuk. Bahkan, biasanya jika malas cukup ke Pantai Batu Kurung yang ada di Desa sendiri, tapi tahun ini tidak menggelar acara,”ujarnya. Namun, jelas bapak 2 anak ini, sepulang dari Pantai Ponjuk tetap mampir ke Pantai Batu Kurung. Karena, biasanya meskipun tidak menggelar acara ketupatan, di sana juga tetap ramai dengan pengunjung lokal, dan ramai pada saat siang harinya, meskipun hanya jalan-jalan membeli makanan dan melihat pantai yaang penuh batu karang tersebut. Hal yang sama juga diungkapkan Yana, salah seorang pengunjung Pantai Batu Kurung di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget, jika lebaran tanpa ketupatan sepertinya kurang lengkap. “Apalagi, bisa bertemu banyak banyak teman dan kerabat yang mungkin tidak sempat bermain saat lebaran Idul Fitri, namun bisa bersalaman pada saat bertemu di Batu Kurung ini,”pungkas ibu muda ini. ( Ren, Esha )