Media Center, Senin ( 01/11 ) Guna melanjutkan estafet kepemimpinan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Guluk-guluk menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) setempat.
Konferancab IPNU yang ke XII dan IPPNU yang ke XI tersebut dihadiri oleh Ketua MWC NU Kecamatan Guluk-guluk, Sekretaris MWC NU Guluk-guluk, Senior IPNU Guluk-guluk, PC IPNU IPPNU Sumenep.
Wakil Ketua 2 PC IPNU Sumenep, Jalaluddin mengatakan, bahwa masuk ke IPNU dan IPPNU haruslah memang niat ikhlas mau mengabdi.
“Bergabung di IPNU dan IPPNU jangan melihat siapa Ketuanya, karena ketika ketua itu demisioner maka juga akan berhenti ber-IPNU atau pun IPPNU. Namun jika memang niat mengabdi tidak peduli siapa pun ketuanya, dia akan terus tetap mengabdikan diri pada IPNU dan IPPNU,” kata Jalaluddin dalam sambutannya, Minggu (31/10/2021) kemarin.
Sementara Ketua MWC NU Guluk-guluk, KH. Widadi Rahim menceritakan perjuangan santri di pondok meski makan ikan kering terasa nikmat.
“Arapah Mak Mon Reng monduk makkeh kok dukduk nyaman (Heran kenapa kalau orang mondok itu makannya selalu nikmat walaupun lauknya ikan asin), karena mereka berproses di sana. Jadi kalian harus berproses juga, karena kalian beruntung bisa mengabdi dari akarnya, karena kan ini bertahap dari IPNU IPPNU Ansor Fatayat muslimat dan NU,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, bahwa IPNU IPPNU Guluk-guluk yang hadir dalam kegiatan ini beruntung bisa mengabdi di organisasi IPNU dan IPPNU.
“Kalian beruntung karena bisa mengabdi di IPNU dan IPPNU karena dari sinilah akar NU bermula. Kita beruntung jadi santri dan Kader IPNU IPPNU, karena satu satunya organisasi Islam yang ada santrinya itu NU,” pungkasnya. ( KIM-Lancaran/Ismi,Fer )