News Room, Jumat ( 14/09 ) Landasan pacu (run way) Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo Sumenep, perlu dilakukan pelapisan setinggi 7,5 centimeter. Itu untuk menambah ketebalan landasan pacu, hingga mencapai nilai 14. Kasatker Bandara Trunojoyo Sumenep, Dwi Ariyanto menjelaskan, saat ini hasil evaluasi tim dari Direktorat Bandar Udara Kementerian Perhubungan, bahwa landasan pacu pesawat bandara trunojoyo bernilai tujuh PCN ("pavement classification number"). Ini perlu penambahan pelapisan agar bisa dilalui pesawat berkapasitas 42 penumpang. “Untuk penambahan PCN, kita harus melakukan pelapisan landasan pacu pesawat Bandara Trunojoyo setebal 7,5 centimeter. Karena, kalau hanya 5 centimeter, berarti kita cuma memperbaiki performance permukaan run way. Apalagi, pelapisan run way terakhir dilakukan tahun 2007 lalu,”kata Dwi Ariyanto, Jumat (14/09). Penambahan pelapisan landasan pacu pesawat Bandara Trunojoyo, kata Dwi Ariyanto, diupayakan terealisasi tahun ini, guna menjadikan Bandara ini sebagai Bandara komersial. “Ini program berikutnya yang secepatnya harus terealisasi. Karena, dengan penambahan pelapisan landasan pacu pesawat Bandara Trunojoyo itu, dipastikan mampu dilalui pesawat berpenumpang diatas 40 penumpang,”terangnya. Dwi Ariyanto mengungkapkan, selain itu, kesiapan bandara trunojoyo untuk beroperasi, ditunjang dari penyiapan berbagai fasilitas keselamatan pesawat seperti penambahan VOR (Very High Frequency Omnidirectional Radio Range), yang merupakan salah satu sistem navigasi yang menggunakan gelombang radio dan digunakan pesawat terbang. “Diperkirakan akhir tahun ini, penambahan VOR bisa terlaksana. Kami memang memprioritaskan fasiltias ini, sebagai penunjang navigasi pesawat yang akan beroperasi di Bandara Trunojoyo Sumenep,”ungkapnya. Sedangkan, untuk tahun 2013 nanti, diprogramkan perluasan lahan Bandara Trunojoyo seluas 5 hektare, sebagai tambahan halaman parkir kendaraan, terminal penumpang, dan halaman parkir pesawat. “Penambahan pekerjaan tersebut, akan kami ajukan pada APBN Pusat maupun APBD Kabupaten Sumenep tahun 2013 nanti,”pungkasnya. ( Nita, Esha )