Media Center, Selasa ( 13/11 ) Era digital betul-betul dimanfaatkan kreator kerajinan lampu hias menggunakan pipa PVC/pipa air untuk memasarkan karya-karyanya melalui Youtube. Cara inilah yang dilakukan oleh Moh. Misbah warga Desa Parsanga Kecamatan Kota Sumenep dalam memasarkan hasil keterampilan yang ditekuninya selama setahun terakhir ini.
“Awalnya saya mencoba upload salah satu tutorial membuat lampu hias menggunakan pipa air dan ternyata yang melihat dalam beberapa hari sudah ratusan orang, sehingga saya tertarik untuk terus berkarya dan meng-uploadnya.” ungkap Misbah kepada Media Center, Selasa (13/11).
Dikatakan pria alumni Akademi Komunitas Negeri Sumenep (AKNS) dan STKIP PGRI Sumenep ini, jika dalam setahun dirinya sudah mengunggah sekitar 90 tutorial kerajinan lampu hias menggunakan pipa air yang sampai saat ini sudah memiliki jutaan lebih Subscriber.
Bahkan, diakui Misbah, jika para subscribernya saat ini justru banyak dari luar Indonesia perbandingannya 70 persen dari luar negeri sisanya 30 persen dari dalam negeri.
Disamping penghasilan melalui penjualan lampu hias tentunya pundi-pundi uang juga datang dari Youtube. Karena itu Misbah yang kesehariannya bekerja sebagai staff IT di salah satu instansi pemerintah di Sumenep mengaku tidak hanya sekedar menghasilkan karya untuk dijual, namun ilmu yang dimilikinya juga bisa disedekahkan untuk orang-orang yang mengunjungi melalui channel youtube: SS MIFADA TUTORIAL.
Tanpa merinci penghasilan setiap bulan Misbah mengaku tidak ingin muluk-muluk untuk membeberkan penghasilannya, namun yang jelas hasil karyanya tersebut bisa bermanfaat untuk orang banyak, dengan begitu tentu rizki akan datang menghampirinya. Dan saat ini sudah banyak terbukti memberikan inspirasi dan juga peluang usaha, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.
“Harapan saya dengan karya ini bisa memotivasi dan menginspirasi orang lain khususnya anak muda yang susah mencari pekerjaan, agar tidak lagi kebingungan mencari pekerjaan. Dengan cara memanfaatkan barang yang ada di sekitar menjadi barang yang bernilai sehingga layak jual.” tandasnya. ( Ren, Fer )