News Room, Rabu ( 30/12 ) Aksi mogok makan yang dilakukan 10 orang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, sejak Selasa (29/12) sore, di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempt, membuat 3 orang diantaranya kritis, dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, pada Rabu (30/12) siang. Ketua PC PMII Kabupaten Sumenep, Adi Purnomo mengatakan, aksi mogok makan terus akan dilakukan selama tidak ada perubahan anggaran dalam APBD. “Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap APBD 2010 yang dinilai tidak memihak rakyat, melainkan lebih banyak dialokasikan pada kepentingan birokrat dan para elit,â€Âterang Adi, pada wartawan di depan Kantor DPRD Sumenep, Rabu (30/12). Ia mendesak anggota DPRD bersikap tegas dalam pembahasan akhir rancangan APBD 2010, dengan cara menolak atau memangkas rencana kegiatan dan anggaran yang hanya mengedepankan kepentingan aparatur pemerintah daerah. “Kami akan mogok makan minimal hingga hari Kamis (31/12) bersamaan dengan penetapan rancangan APBD 2010 menjadi APBD. Kami memang kecewa dengan hasil sementara pembahasan rancangan APBD 2010, sehingga kawan-kawan melakukan aksi mogok makan,â€Âungkapnya menegaskan. Sementara, salah seorang anggota DPRD Sumenep, Dwita Andriani mengatakan, sebagai wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) sudah berusaha dan melakukan pemangkasan anggaran yang diajukan Komisi B. “Usaha untuk memangkas anggaran yang tidak memihak rakyat sudah kita lakukan, hanya saja masih ada yang perlu dikritisi oleh teman-teman mahasiswa,â€Âkata Dwita pada wartawan saat menjenguk peserta mogok makan. Fraksi PAN, kata dia, selama ini sangat kritis dengan anggaran yang kurang obyektif dan terkesan hanya dihambur-hamburkan untuk belanja pejabat. “Dengan dukungan mahasiswa ini berarti peluang untuk mencoret atau melakukan penyempurnaan APBD mempunyai peluang besar,â€Âujarnya. ( Nita, Esha )