News Room, Jumat ( 27/07 ) Geliat petani di Kabupaten Sumenep, dalam menanam tembakau pada musim tanam tahun ini cukup tinggi. Terbukti, lahan yang sudah ditanami tembakau sudah mencapai 23.205 hektar, yang berarti melebihi proyeksi areal tanam seluas 20.358 hektar. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep, Ir. H. Abdul Gafur, M.Si menjelaskan, angka lahan yang sudah ditanami tembakau masih sementara, karena pendataan terus berlangsung. “Data itu dilakukan staf kami per awal Juli kemarin. Bisa jadi lahan yang ditanami tembakau sudah di atas 23.205 hektar. Ini menunjukkan animo petani Sumenep menanam tembakau cukup tinggi,”katanya. Sesuai hasil rapat di Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur, kata H. Gafur, proyeksi lahan tanam tembakau di Sumenep ditetapkan seluas 20.358 hektare, dengan estimasi produksi sebanyak 12.215 ton tembakau. “Proyeksi luas lahan tanam tembakau yang ditetapkan Dinas Perkebunan Jawa Timur itu merupakan upaya pengendalian guna mencegah terjadinya kelebihan produksi dan selanjutnya dikhawatirkan akan membuat harga anjlok, dengan alasan kelebihan produksi. Kalau komoditas tertentu sudah melimpah, biasanya harganya akan turun,”terangnya. Namun, H. Gafur mengaku tidak bisa melarang petani untuk tidak menanam tembakau. “Itu hak petani. Tapi, kami hanya bisa berharap tingkat kelebihan produksi pada musim tanam tembakau pada tahun ini, tidak terlalu tinggi,”ungkapnya. ( Nita, Esha )