Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-02-2008
  • 1160 Kali

Lagi, Listrik Kangean Terancam Padam

News Room, Rabu (20/02) Minimnya Stok (persediaan) Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk memenuhi kebutuhan tiga mesin listrik di Sub Unit PLN Kepulauan Kangean, yang tinggal 12,2 ton liter dari 20 ton liter, nampaknya akan berdampak buruk bagi jaringan listrik di pulau Kangean. Karena, stok yang ada itu hanya bisa mencukupi hingga lima hari kedepan, sehingga diperkirakan enam hari lagi BBM jenis solar akan kosong dan listrik di wilayah tersebut terancam padam. Padahal, sebelumnya selama enam hari sejak 12 hingga 18 Pebruari kemarin, listrik di kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep sudah mengalami pemadaman. Supervisor pelayanan pelanggan UPJ PLN Sumenep, Slamet mengakui, tentang padamnya listrik di pulau Kangean itu, namun kondisi tersebut bukan tindakan kesengajaan petugas Sub Unit PLN Kangean, karena padamnya listrik tersebut disebabkan kosongnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Menurut Slamet, dengan kekosongan BBM itu memang bukan kesalahan petugas PLN Kangean, tapi faktor cuaca laut yang masih buruk mengakibatkan stok BBM kosong, sehingga jaringan listrik terpaksa harus dipadamkan. Slamet menjelaskan, dengan padamnya listrik tersebut, petugas Sub. Unit PLN Kangean bertindak cepat melakukan koordinasi dengan UPJ PLN Sumenep, agar dikirim BBM, sehingga sejak 18 sampai sekarang (20/02) listrik di pulau Kangean sudah nyala kembali. Lebih lanjut Slamet memaparkan, kebutuhan BBM untuk menghidupi tiga mesin aliran listrik di pulau Kangean, perharinya mencapai 2,6 ton liter solar dengan jumlah pelanggan sebanyak 5.080 pelanggan. Kemudian, untuk kepulauan Sapeken, yang juga mengalami kendala aliran listrik selama 6 hari, saat ini sudah tidak ada masalah, karena BBM bagi unit Sapeken sudah tercukupi, padahal sebelumnya listrik hanya nyala selama 6 jam sehari mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Menurut tokoh masyarakat Kecamatan Sapeken, Ustad Dailami Abukhoirah, ketersediaan solar untuk mesin diesel PLN mulai menipis. yang disebabkan karena ombak besar dan angin kencang, sehingga tidak ada satupun kapal maupun perahu motor yang berani mengangkut solar ke daerahnya. Namun, kondisi semacam itu langsung direspon oleh masyarakat setempat yang dengan suka rela meminjamkan solarnya ke PLN dan masyarakat meminta PLN mengembalikan solarnya, jika pasokan solarnya sudah lancar. ( Nita, Soek, Esha )