News Room, Kamis ( 07/08 ) Memasuki hari ke 4 pencarian korban hilang Perahu Motor (PM) Joko Kodok, kembali menuai hasil. Satu korban ditemukan tewas dengan kondisi dua mata rusak dan tubuh membengkak. Korban yang ditemukan seorang petani rumput laut di Pulau Paliat, Sapeken, Kamis (07/08) pada pukul 08.15 WIB atas nama Abd. Rais (43) warga Dusun Saebus, Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep. Petugas yang mendapat informasi penemuan korban tenggelam PM Joko Kodok tersebut langsung menuju TKP. Kemudian, tubuh korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas setempat, untuk dilakukan otopsi. Lalu, diserahkan pada pihak keluarganya untuk dikebumikan. Kapolsek Sapeken, IPTU Moh. Imron, dihubungi via telepon mengatakan, penemuan mayat korban kali ini, lokasinya berbeda dengan penemuan mayat korban sebelumnya. Namun, masih di wilayah perairan Kecamatan Sapeken. “Sekitar 1 jam perjalanan lokasi penemuan korban tewas itu, yang ditempuh dengan perahu nelayan dari tempat kejadian perkara (TKP),â€Âterangnya. Dengan ditemukannya 2 korban di perairan sekitar TKP, maka, pencarian terhadap 2 korban hilang lainnya akan diarahkan disekitar TKP. Untuk itu, korban yang masih dinyatakan hilang tinggal 2 orang, yakni Syukur (50), dan Misrawan (37), semuanya warga Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep, sehingga, penyisiran laut oleh aparat gabungan dibantu nelayan setempat terus dilakukan. Empat korban hilang dan 2 diantaranya ditemukan tewas itu terjadi Senin lalu, (04/08) saat akan mengikuti pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sapeken. Namun, ditengah perjalanan laut PM. Joko Kodok yang berpenumpang 21 orang dan dinakhodai Mardano (42) warga setempat dihantam ombak besar dan angin kencang, lalu hilang keseimbangan hingga akhirnya mesin mati dan tenggelam seketika. ( Nita, Esha )