News Room, Selasa ( 08/01 ) Serangan penyakit demam berdarah dangue (DBD) kembali merenggut korban jiwa, kali ini penderita DBD yang meninggal dunia itu bernama Nurfadillah (11) warga Desa Banaresep Kecamatan Lenteng. Kepala Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. H. Dzulkifli Mahmud, M.Si menturkan, pasien DBD tersebut memang tidak bisa tertolong, karena ketika dibawa ke rumah sakit, pasien tersebut sudah dalam kondisi syok berat dengan stadium 4. Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, bahwa pasien mulai mengalami gejala panas sejak Jum’at kemarin, namun pada hari Minggu panas pasien sudah turun, sehingga pasien diduga sembuh. Padahal, kondisi semacam itu harus diwaspadai, karena didalam tubuh pasien sudah terjadi gangguan sirkulasi yang menyebabkan kondisi pasien terus mengalami penurunan daya tahan tubuh, bahkan pasien sempat pingsan. dr. Kifli menerangkan, dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan itu, maka pasien langsung dibawa ke rumah sakit pada Senin malam (07/01) sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, ketika para medis melakukan berbagai upaya untuk menolong pasien selama 30 menit, ternyata pasien sudah tidak bisa tertolong dan meninggal dunia. dr. Kifli berharap kepada masyarakat, jika menjumpai sanak keluarganya yang mengalami panas dan tiba-tiba dingin, supaya secepatnya dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat, karena kondisi dingin mendadak itu merupakan fase ganas serangan DBD. ( Nita, Esha )