News Room, Rabu ( 23/12 ) Sekitar 1.500 perangkat Desa se Kabupaten Sumenep, kembali menggelar aksi demo didepan Kantor Bupati Sumenep, menuntut penambahan Tunjangan Penghasilan Aparatur dan Perangkat Desa (TPAPD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), pada Rabu (23/12) pagi. Setelah melalui negosiasi, sebanyak 22 perwakilan kepala desa diperkenankan masuk ke Kantor Bupati, dan diterima oleg Asisten Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Sumenep, Drs. H. Iskandar Zulkarnaen, MM bersama Kabag Pemerintahan Desa, H. Achmad Nursalam, S.Sos, M.Si Salah seorang Kepala Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Miskun Legiyono mengatakan, kedatangannya ini untuk memastikan Bupati menyetujui dan mendukung aspirasi tentang penambahan TPAPD dan ADD. “Kami merasa dipermainkan oleh anggota dewan. Kami mendesak Bupati, supaya menyetujui surat pernyataan yang sudah ditandatangani oleh 210 Kepala Desa se Kabupaten Sumenep,â€Âterang Miskin, saat tatap muka di ruang rapat Adhirasa Kantor Bupati Sumenep, Rabu (23/12). Sementara, Asisten Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Sumenep, H. Iskandar Zulkarnaen berjanji, pihaknya akan menindak lanjuti surat pernyataan itu sesuai prosedur. “Sebenarnya Bupati sudah memikirkan persoalan ini. Tapi, penambahan TPAPD itu tidak mungkin dimasukkan dalam anggaran, karena pembahasan hampir selesai. Akan tetapi, kalau Bupati berkenan dengan dana yang ada, ya bisa saja diakomodir,â€Âkatanya menegaskan. Karena merasa tidak mendapat kepastian di Kantor Bupati, maka massa bergerak ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Sumenep, untuk melanjutkan menyampaikan aspirasinya. ( Nita, Esha )