Media Center, Senin ( 25/02 ) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sumenep sukses melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Brigade Penolong (BP) 13.29 Kwarcab Sumenep 2019 yang dilaksanakan sejak tanggal 22 hingga 24 Februari 2019 di Pantai Slopeng, Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.
Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (Abdimas Humas), Drs. H. Ibnu Farid menegaskan, dengan kegiatan Diklatsar BP 13.29 tersebut setidaknya saat ini Kwarcab Sumenep memiliki adik-adik Pramuka yang siap berkiprah saat terjadi bencana, khususnya di Kabupaten Sumenep ini.
“Kita tidak ingin ada bencana di bumi ini, namun ketika bencana itu terjadi, seperti yang pernah terjadi di kepulauan Sapudi tahun lalu, setidaknya kami juga siap berkiprah,” ungkapnya, Senin (25/02/2019).
Sebab, diakui pria yang juga Ketua Keluarga Besar FKPPI Cabang 1327 Sumenep ini, tugas sosial seperti memberikan pertolongan bagi korban bencana alam, memang menjadi tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tim SAR, namun Pramuka juga bisa membantu sesuai kapasitas dan keahlian yang dimiliki.
Tentunya, diakui Kak Farid, jika seorang Pramuka memang seharusnya memiliki kepedulian sesuai dengan pengamalan pada Dasa Darma ke dua, yakni Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, serta Dasa Darma ke tiga, yakni Rela menolong dan tabah.
“Setelah Diklatsar ini, setidaknya nanti akan ada Diklat lanjutan, agar bekal mereka semakin mantap,” tandasnya.
Sementara itu kegiatan Diklatsar BP 13.29 yang dilaksanakan dalam rangka Hari Lord Robert Baden Powell ke-162 tahun 2019 dengan mengusung tema “Pramuka Perekat NKRI Membangun Negeri Lebih Baik” diikuti sebanyak 50 Pramuka Penegak dan Pandega. ( Ren, Esha )