News Room, Senin ( 13/10 ) Pelaksanaan Pembangunan di Kabupaten Sumenep dari tahun ketahun sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pembangunan jalan yang dapat memberi akses baru antar Desa dan perkampungan sudah tampak dimana-mana. Meskipun pada tatanan pelaksanaannya masih ada persoalan teknis yang masih belum bisa dinikmati masyarakat sepenuhnya. Sebab, terkadang kwalitas pembangunan infrastruktur yang ada masih jauh dengan kwalitas yang diharapkan. Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Sumenep, K. Abdul Hamid Ali Munir di sela-sela melakukan serap aspirasi di Desa Matana Air Kecamatan Rubaru, Minggu malam (11/10) kemarin. Menurutnya, dari berbagai pengaduan dan curahan hati dari masyarakat, ternyata masih banyak yang menilai kwalitas pembangunan, seperti pembangunan jalan kwalitasnya menurun ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Sebab, terkadang tidak sampai setahun sudah bolong-bolong lagi. Disamping itu tegas K. Abdul Hamid, volume pembangunannya juga tidak maksimal. Jika sebelumnya pembangunan maupun perbaikan jalan bisa mencapai 500 meter lebih, namun saat ini terkadang hanya 100 sampai 200 meter. Karena itu, menurut politisi asal PKB ini mengaku akan terus memperjuangkan di parlemen bersama Dinas terkait, agar kwalitas dan volume pembanguna akan lebih ditingkatkan. Baik pelaksanaan maupun pengawasannya agar lebih dimaksimalkan dengan melihat anggaran yang ada. Disamping itu tegas K. Abdul Hamid, sektor lain yang menjadi masukan dari masyarakat khususnya di daerah Dapil IV, berkeinginan agar peluang untuk lebih memfungsikan areal lahan kurang produktif menjadi lahan produktif yang bisa menghasilkan. Bahkan informasi tentang akan masuknya perusahaan dari Jakarta untuk melakukan kerjasama dengan masyarakat untuk penanaman tanaman jarak kepyar sekitar 5.000 hektar di sambut positif masyarakat. Namun diharapkan tegas K. Abdul Hamid nantinya benar-benar memiliki akses jual yang jelas dan memberi jalan keluar ketika terjadi over produksi maupun gangguan pada tanaman yang tidak sehat. ( Ren, Esha )