News Room, Jumat ( 12/08 ) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tidak main-main untuk mengurangi angka buta aksara. Buktinya, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2011, mengusulkan penambahan dana ratusan juta rupiah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM, Jumat (12/08) mengatakan, pada APBD Perubahan 2011, pihaknya mengusulkan penambahan dana pada APBD Perubahan sebesar Rp. 300 juta, untuk mengurangi angka buta aksara di Kabupaten Sumenep. Pihaknya memprioritaskan menggunakan anggaran dana tersebut untuk program pengentasan buta aksara di Kecamatan yang warga masyarakatnya paling banyak angka buta aksarabya. “Kami mendahulukan 5 Kecamatan dari 27 Kecamatan yang angka buta aksaranya tertinggi se Kabupaten Sumenep untuk mendapat perhatian utama program pengentasan buta aksara tahun ini, sedangkan Kecamatan yang lainnya, kami rencanakan pada tahun 2012,” tegasnya. H. Achmad Masuni menyatakan, program kerja dengan dana Rp. 300 juta tersebut, diantaranya pemberian honorarium bagi tutor, dan guru yang mendapat tugas tambahan mengajar di penyelenggara Keaksaraan Fungsional (KF), juga untuk penambahan sarana dan prasarana lembaga penyelenggara untuk menunjang kegiatan pembelajaran peserta KF. Sementara itu, berdasarkan pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka buta aksara di Kabupaten Sumenep termasuk peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur. BPS Jawa Timur mencatat warga masyarakat Sumenep yang berstatus buta aksara sebanyak 212.266 orang dari 1 juta lebih penduduk di Sumenep, perincinanya, dari 212.266 orang sebanyak 139.741 orang berjenis kelamin perempuan dan sisanya sebanyak 72.525 adalah laki-laki. (Yasik,Esha)