Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-12-2005
  • 565 Kali

KURANG DANA, 7 PESERTA FESTIVAL TAN PANGANTANAN TERPAKSA MENGUNDURKAN DIRI

Sumenep-Infokom News Room : Salah satu upaya melestarikan kebudayaan tradisional yang saat ini hampir terkikis oleh kemajuan teknologi, Sanggar Kembara bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep, Sabtu (3/12) menggelar Festival Tan Pangantanan Dhe’ Nong Dhe’ Ni’nang anak-anak tingkat SD se Kecamatan Kota Sumenep. Kegiatan Festival Tan Pangantanan tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke 736 Kabupaten Sumenep tahun 2005 yang dipusatkan di depan Rumah Dinas Bupati secara resmi dibuka Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM. Dalam pemaparannya Wakil Bupati mengatakan, kegiatan ini memang selayaknya Pemerintah Daerah maupun kelompok seni yang ada, setiap tahun menggelar beragam kegiatan budaya lokal yang melibatkan semua komponen masyarakat, agar ditengah-tengah masyarakat itu dapat melahirkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, hingga akhirnya warisan tradisi, adat istiadat nilai-nilai budaya leluhur itu tetap terpelihara dan tidak musnah ditelan kemajuan jaman. Pentingnya memelihari dan melestarikan budaya daerah itu, jelas Wakil Bupati, selain kebudayaan daerah yang merupakan tonggak budaya nasioanal, kebudayaan daerah itu juga sebagai aset wisata dalam menarik wisatawan dalam maupun dari luar Kabuapten Sumenep. Sayangnya, Festival Tan Pangantanan yang semula pesertanya berjumnlah 17 regu, namun dihari �H� pelaksanaannya, 7 peserta lainnya terpaksa mengundurkan diri, dengan alasan subsidi dari panitia sangat kurang dan pihak sekolah tidak mampu untuk menambah dana. Acara ini dihadiri Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian dilingkungan Pemkab Sumenep serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten.( Yasik, Esha )