Sumenep-Infokom News Room : Kepala PT. Askes Cabang Sumenep, Dra. Indah Erlina seusai sosilaisasi JPKMM menjelaskan, untuk mengetahui jumlah mayarakat miskin di Kabupaten Sumenep, maka sebagai acuan pihaknya dalam menjalankan program JPKMM itu akan menggunakan pemuktahiran data dari Pemerintah Daerah. Namun demikian, pihaknya akan melakukan penyempurnaan data dari masyarakat miskin menjadi induvidu miskin yang ditunjang oleh data Puskesmas. Dikatakan pula, jika ditemukan masyarakat miskin yang belum terdata dan yang bersangkutan ingin mengajukan Askes, maka sebelumnya pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, agar penambahan jumlah masyarakat miskin tersebut ada yang bertanggung jawab, sebab program JPKMM Askes untuk setiap Daerah telah ditentukan jumlah besarannya, termasuk Kabupaten Sumenep, jumlah kuotanya hanya mencapai 314 ribu 120 jiwa. Disinggung penambahan dana Askes, jika kenyataannya jumlah masyarakat miskin diatas kuota yang telah ditetapkan itu, Indah Erlina menerangkan, menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI, maka kurangnya dana Askes tersebut akan dibantu oleh APBD Daerah. Namun demikian, berdasarkan data masyarakat miskin dari 29 Puskesmas. Indah Erlina optimis, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Sumenep tidak akan melebihi kuota yang telah ditetapkan tersebut. Disamping itu Indah Erlina membantah, jika pasien Askes akan ditarik biaya jika yang bersangkutan membutuhkan alat medis yang tidak tersedia, sebab penyediaan dan biaya pembelian alat medis itu sepenuhnya tangung jawab Rumah Sakit, hanya saja menurut Indah Erlina, proses pembayarannya pihak Rumah Sakit mengajukan total biayanya kepada pihak Askes. Disisi lain Indah Erlina menambahkan, pelaksanaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin ini dimulai sejak awal bulan Maret tahun 2005. ( Yasik, Esha )