Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-06-2008
  • 482 Kali

Kuota 30 Persen Perempuan Diprediksi Tercapai Pada 2014

News Room, Sabtu ( 14/06 ) Belum terpenuhinya kuota perempuan sebesar 30 persen dalam kancah politik saat ini, dianggap wajar-wajar saja, sebab persiapan teknis terkait peran perempuan yang dilakukan selama ini dinilai masih sangat muda. Sesuai data, perempuan mulai berkecimpung dan mempunyai hak di partai politik sebanyak 30 persen, sejak awal era reformasi pada 1998 dan 2004 lalu, sehingga, pendidikan politik di masyarakat, khususnya kaum perempuan tergolong masih rendah. “Kita sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan pendidikan politik itu kepada masyarakat. Namun tidak membuahkan hasil, keterwakilan perempuan di DPR-RI hanya 11persen,” kata Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, kepada sejumlah wartawan, ketika menghadiri Seminar Sehari Pendidikan Politik Bagi Kaum Perempuan Se Madura, Sabtu pagi (14/06), di Café Srikandi, Jalan Trunojoyo Sumenep. Evi mengatakan, dengan pemilihan legislatif langsung pertama kali itu, sebenarnya pihaknya sudah bertindak cepat memberikan penyuluhan semacam sosialisasi, agar masyarakat tidak menjadi golongan putih (golput). Kemudian, mencoba menawarkan kriteria pemimpin bersih itu seperti apa. “Itu sudah kita lakukan, baik dengan melakukan pengkajian-pengkajian politik di tingkat ranting dan cabang, tapi tetap saja 30 persen keterwakilan perempuan di legislatif hingga kini belum terpenuhi,” terangnya. Karena itu, pihaknya berharap, kedepan ada kesadaran bagi kader perempuan yang mempunyai potensi politik, untuk berani tampil. “Itu langkah konkret yang bisa kita lakukan,” ujarnya. Evi menegaskan, tidak ada kata pesimis untuk meraih kuota 20 persen itu, meskipun jika dipandang secara realistis kuota 30 persen itu merupakan angka yang sulit untuk dicapai, sebab itu masih proses. “Terus terang kalau Nasyiatul Aisyiyah sendiri tidak mampu, apalagi ada aturan-aturan partai politik tertentu yang mengisyaratkan, ketika perempuan atau kader perempuan yang akan maju ke legislatif, harus aktif dulu di partai politik paling tidak 5 hingga 10 tahun,” tegasnya. Bahkan, pihaknya memprediksi, keterwakilan perempuan dalam pemilihan legislatif 2009 nanti, masih tidak akan bisa tercapai. Namun, untuk 2014 mendatang, baru bisa terpenuhi. Yang jelas, Evi menambahkan, jika tidak terpenuhi pihaknya akan menerima, sebab pemilihan legislatif itu bukan satu-satunya upaya pemilihan politik di masyarakat. “Saya yakin Pemilu Legislatif 2014 nanti, keterwakilan perempuan baru bisa terpenuhi 30 persen. Kemauannya itu lo, yang harus dipompa terus mulai sekarang,” paparnya. ( Nita, Esha )