Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-05-2008
  • 654 Kali

Kunjungan Turis Manca Negara Ke Sumenep Sangat Sepi

News Room, Senin ( 26/05 ) Kedatangan turis manca negara ke Indonesia khususnya ke Kabupaten Sumenep pasca terjadinya berbagai kerusuhan di Indonesia sekitar tahun 2007 lalu, dan tumbangnya pemerintahan Orde Baru dinilai berubah 180 derajad. Pasalnya, jika pada tahun 80-an dan 90-an, hampir setiap minggunya selalu ramai turis manca negara yang berkunjung ke Sumenep, saat ini sangat sepi bahkan bisa dikatakan tidak ada. Meskipun ada, kebanyakan mereka adalah turis bisnis, yang datang untuk membeli barang-barang antik dan semacamnya. Hal itu diakui salah seorang resepsionis sebuah Hotel di Sumenep, H. Ach. Rifa’ie, yang mengaku bekerja di Hotel sejak tahun 1980 hingga sekarang. Menurutnya, jika ditahun 90-an dulu sebagian besar turis manca negara, seperti turis asal Prancis, Inggris, Jerman, Belanda, serta beberapa negara di Afrika. Jika berkunjung ke Sumenep tujuannya memang untuk kepentingan wisata, sebab yang didatangi biasanya tempat-tempat bersejarah, seperti Keraton Sumenep, Museum, Mesjid Agung, Asta Tinggi, serta tempat wisata pantai Lombang. Dan biasanya mereka langsung menuju Pasir Putih Situbondo dengan menggunakan perjalanan laut dari pelabuhan Kalianget. “Sebagaian besar wisatawan itu pergi ketempat-tempat sejarah, namun jika dari Taiwan, Hongkong dan Jepang yang didatangi justeru tempat-tempat ziarah dan peribadatan, seperti halnya Asta Tinggi, Asta Yusuf di Talango serta Klenteng.”terang Rifa’ie sambil mengenang kisah keakrabannya dengan beberapa Touris Raider dari Malang yang biasanya membawa para wisatawan-wisatawan tersebut ke Sumenep. Sedangkan sejak terjadinya kerusuhan sekitar tahun 1998 lalu hingga sekitar sepuluh tahun berjalan hingga saat ini, menurut Rifa’ie bisa dikatakan hampir tidak ada turis ke Sumenep yang singgah di hotelnya. Meskipun ada, seperti warga Amerika dan Australia beberapa waktu lalu keperluannya ternyata hanya untuk membeli barang-barang antik di Sumenep. Namun dia mengaku tidak tahu jika di Hotel lainnya sekarang masih tetap di inapi para wisatawan manca negara. Sebab dulunya biasanya dalam setiap minggu turis yang datang bisa 40 sampai 80 orang. Sedangkan saat ini pengunjung hotelnya kebayakan hanya Sales dan warga kepulauan Sumenep sendiri yang kebetulan ada acara di Sumenep, seperti para Kades, guru dan sebagainya. Tapi biasanya Sabtu dan Minggu sepi, karena para sales banyak yang pulang. ( Ren, Esha )