Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-04-2009
  • 622 Kali

KUD “Mekar” Desa Kebunagung Tetap Eksis Lakukan Usaha

News Room, Sabtu ( 11/04 ) Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sumenep, dari sekitar 24 Koperasi Unit Desa (KUD) di Sumenep, hanya ada 7 Koperasi yang masih eksis melakukan kegiatan usaha sebagaimana mestinya. Salah satunya KUD “Mekar” di Desa Kebunagung Kecamatan Kota Sumenep, yang berdiri sejak tahun 1975 tetap eksis melaksanakan kegiatan usaha untuk meningkatkan kesejahtreaan para anggotanya hingga saat ini. Meskipun banyak koperasi yang gulung tikar sejak Indonesia dilanda krisis moneter pada tahun 1998 lalu. Namun KUD “Mekar” yang diketuai H. Djauhari ini tetap memiliki rutinitas kegiatan koperasi dengan keanggotannya berjumlah sebanyak 1.719 orang anggota. “Memang kita akui sejak moneter lalu, keberadaan koperasi sudah tidak lagi memegang peranan penting disektor ekonomi, sebagai mitra pemerintah di bidang penyaluran pupuk dan beras di Depot Logistik (Dolog),”ujar Manager KUD Mekar, Ali Hartono didampingi Ketuanya, H. Djauhari ketika ditemui News Room di Kantornya Jl. Raya Lenteng Sumenep, Sabtu (11/04). Menurut Ali, meskipun dalam keadaan sulit, pihaknya tetap melakukan upaya kerjasama dengan PT. PLN (Persero) dalam penerimaan rekening listrik hingga mencapai 63.000 pelanggan yang tersebar di Kecamatan Kota, Dungkek dan Lenteng. Disamping itu, jelas Ali, kopersinya juga melakukan terobosan untuk membantu petani dalam kegiatan demplot bibit padi Ciherang dan Cibogo sejak tahun 2001 lalu. Bahkan, saat ini kedua bibit ini sudah menjadi bibit unggulan beberapa kelompok tani di Sumenep. Lebih jauh Ali mengungkapkan, kedepan kopersinya akan terus mengupayakan kerjasama kembali dengan pihak terkait, agar keberadaan KUD Mekar tetap eksis melaksanakan berbagai usaha, sehingga lebih memberikan kesejahteraan bagi anggotanya. Misalnya, sebagai mitra Dolog dalam suplai beras dan distribusi pupuk, seperti yang pernah dilakukan sebelum masa reformasi. Sebab, dulu hampir tidak pernah terjadi persoalan seperti akhir-akhir ini ketika KUD masih diberi peran dalam distribusi pupuk bersubsidi itu. ( Ren, Esha )