Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-02-2012
  • 425 Kali

Kualitas Panen Jagung Hibrida Di Kepulauan Sumenep Menurun

News Room, Rabu ( 08/02 ) Para petani Jagung di Sumenep, khususnya di Kepulauan Giligenting, mengeluh atas penurunan hasil panen jagung Hibrida tahun ini. Padahal, mereka bibit jagung yang digunakan merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, seperti Jagung Bisi 2 dan Jagung Bisi 16. Salah seorang petani jagung asal Kecamatan Giligenting, Zainal mengaku heran dengan kualitas hasil panen jagung tahun ini. Mestinya panen sekarang jauh lebih banyak dibandingkan tahun kemarin, karena bibitnya memakai bantuan dari Pemkab Sumenep. “Untuk jagung bantuan dari pemerintah, tongkolnya banyak yang kurus. Jadi sulit untuk besar. Buktinya, dari satu petak lahan jagung, hanya 9 karung, padahal tahun kemarin dengan bibit jagung local bias menghasilkan 12 karung,”katanya. Menurut Zainal, diperkirakan turunya hasil panen jagung tahun ini, karena cuaca ekstrim disertai kurangya kesuburan tanah, akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. “Sekarang kan petani ketergantungan pada pupuk kimia. Akibatnya kesuburan tanah menurun, dan hasil panen tanaman jagung pun ikut menurun. Ditambah juga cuaca yang belakangan ini ekstrim,”terangnya menambahkan. Sementara Kepala Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep, Bambang Heriyanto mengatakan, bahwa panen jagung tahun meningkat disbanding tahun kemarin, meskipun sebagian wilayah hasil panennya menurun. “Kami optimis tahun ini tidak akan mengalami krisis jagung. Yang kualitas panennya menurun kan hanya sebagian kecil saja, tapi itu tidak semuanya. Jadi saya jamin aman,”ungkapnya. Berdasarkan data di Disperta Sumenep, pada tahun 2011 lalu, komoditi jagung di Sumenep tersebar pada 168.135 hektar (Ha). Sedangkan hasil produksinya mencapai 517.255 ton yang tersebar di 27 Kecamatan. ( Nita, Esha )