News Room, Rabu ( 02/10 ) Harga tembakau di musim kemarau panas seperti sekarang ini, sepertinya terus memberikan kualitas baik, sehingga harga tembakau di gudang juga praktis mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya, yang terkesan harganya tidak bisa memenuhi biasa produksinya. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Saiful Bahri, M.Si melalui Kepala Bidang Perkebunan, Drs. Nasah Bandi, M.Si mengakui, sesuai pantauan yang dilakukan kuasa pembelian gudang garam di Sumenep, harga tembakau sejak dibuka tanggal 16 September hingga awal bulan Oktober 2013 ini terus mengalami kenaikan harga. “Sejak awal buka di PT. Gudang Garam pada tanggal 16 September harga tembakau berkisar Rp. 24.000,00 hingga Rp. 36.000,00 per-kilogram, dan sejak tanggal 24 September 2013 naik menjadi Rp. 24.000,00 hingga Rp. 40.000,00 per-kilogram,”jelasnya. Sedangkan, dari keterangan terakhir tanggal 01 Oktober 2013 kemarin, harga tembakau terus meingkat antara Rp. 24.000,00 hingga Rp. 42.000,00 per-kilogram. Dan capaian pembelian di PT. Gudang Garam mencapai 508 hingga 591 ton dari kuota 1.600 ton, yang berarti baru sekitar 35 persen dari kuota yang akan dibeli PT. Gudang Garam. Berdasarkan harga tembakau tahun ini diakui Nasah Bandi, karena memang kualitas tembakau di musim panas sangat baik. Dan bukan karena stok produksi tembakau di petani sedikit. Sebab, hingga saat ni masih banyak petani yang belum melakukan panen, karena penanamannya memang terlambat. “Namun, dengan tingginya harga tembakau saat ini diharapkan petani tidak melakukan langkah salah, dengan mencampur tembakau sawah dan semacamnya, yang akan mengancam kualitasnya menjadi tidak baik,”pungkasnya. ( Ren, Esha )