Sumenep-Infokom News Room : Menurut Kepala Kanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Timur, Drs. H. Roziki, saat ditemui usai rapat evaluasi pelaksanaan Ibadah Haji Embarkasi Surabaya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (14/2), evaluasi penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sementara nantinya akan dibahas pada rapat evaluasi pelaksanaan haji di Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Pusat. Ditambahkannya, jika nanti dari hasil evaluasi ternyata penggunaan KTP sementara masih diperbolehkan, maka Tim PPIH dimasing-masing daerah tidak mempunyai kewenangan untuk menolak. “Namun jika diharuskan menggunakan KTP asli, maka kita wajib menolak penggunaan KTP sementara,� tegasnya. Mencuatnya penggunaan KTP sementara ini berawal dari pengaduan Abdul Rasid, warga Jagir Sidosermo ke Menteri Agama agar menindak tegas Kepala Bidang Dokumentasi Haji Depag Jatim, Hj. Hikmah Rahman, karena dianggap meloloskan pemalsu identitas. Surat tertanggal 20 Januari menyatakan, Mat Djaelani (Kloter 90) yang bertugas sebagai Komandan Satpam Asrama Haji Sukolilo Surabaya itu mengubah nama menjadi Karso Nandir bin Abdullah. Terkait dengan hasil evaluasi Tim Pengawas Haji DPR RI yang menyatakan bahwa pemondokan jamaah haji Indonesia juga perlu dikaji ulang. Karena masih ada yang jauh dari Masjidil Haram. Departemen Agama nantinya akan melakukan kerjasama pembahasan dengan Komisi VIII DPR RI, apakah jika pemondokan dekat dengan lokasi haji perlu penambahan biaya atau tetap seperti sekarang. Menurutnya, dari hasil evaluasi palaksanaan ibadah haji 2006, nantinya akan menjadi petimbangan untuk memperbaiki pelaksanaan haji pada tahun yang akan datang. Dari data dilapangan banyak sekali pelaksanaan haji yang perlu dievaluasi. Misalnya, tentang masih banyaknya keterlambatan pemberangkatan maupun pemulangan jamaah haji. Kalaupun terjadi keterlambatan untuk pelaksanaan pemberangkatan maupun pemulangan, janganlah terlalu lama. Dan pihak Maskapai seharusnya juga menyediakan pesawat cadangan sebagai solusi. Permasalahan lainnya yang perlu dievaluasi adalah koper jamaah haji yang berasal dari Saudi Arabian Airlaine yang dilaporkan oleh salah satu Kepala Depag Kabupaten terlalu jelek karena banyak yang robek. Maupun permasalahan lainnya terkait pelayanan jamaah.(InfoJatim,Esha)