Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-03-2011
  • 428 Kali

KSM Terampil Desa Parsanga Gelar Pelatihan Sablon

News Room, Kamis ( 17/03 ) Setelah sukses melaksanakan kegiatan pelatihan ketrampilan menjahit dan pelatihan pembuatan tempetahu, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Merpati Desa Parsanga kembali menggelar kegiatan pelatihan sablon, yang dilaksanakan sejak tanggal 14 hingga 24 Maret 2011 mendatang, dan diikuti sebanyak 5 orang yang masuk kriteria hasil pemetaan swadaya masyarakat. Kegiatan pelatihan sablon juga cukup banyak diminati sejumlah Desa dan Kelurahan di Kecamatan Kota yang mendapat dana melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). “Melalui kegiatan keterampilan ini diharapkan bisa mengangkat keterpurukan ekonomi masyarakat miskin di Desa Parsanga,”ujar Juhariyah selaku penanggung jawab Unit Pengelola Sosial LKM Merpati Desa Parsanga. Dijelaskan, melalui beberapa kegiatan pelatihan yang sudah dilaksanakan dan sedang dilaksanakan saat ini diharapkan dapat mengetuk semangat masyarakat yang lain agar terus mencari jenis keterampilan yang bisa dijadikan sarana dalam berusaha. Sementara Ketua KSM Terampil, Ach. Jailani selaku pelaksana kegiatan pelatihan mulai dari pendataan, pengusulan, pelaksanaan dan pertanggung jawabannya berharap akan dapat sesuai dengan harapan masyarakat Desa Parsanga yang sudah dirumuskan dalam kegiatan Rapat Warga Tahunan (RWT) dan tertuang dalam Program Jangka Menengah (PJM) dan Rencana Tahunan (Renta) sebelumnya. “Melalui pelatihan sablon, mereka bisa memiliki keterampilan yang diharapkan dapat dijadikan modal awal mengawali usaha secara mandiri,”ujarnya. Sebab, tegas Jaelani dengan diadakannya kegiatan pelatihan Sablon diharapkan mampu meningkatkan keterampilan kerja dibidang nya. Serta bisa meningkatkan mutu keterampilan bagi masyarakat dalam upaya menjadikan kewirausahaan yang unggul. Sementara meteri yang diberikan berupa perkenalan alat-alat sablon, peragaan penggunanaan peralatan sablon, cara mencetak/scener bidangan hingga proses penyablonan. Setidaknya, para peserta sudah bisa bekerja dibidang sablon, apalagi saat ini usaha sablon cukup memiliki peluang yang bagus, dan hampir semua usaha sablon perkembangannya cukup bagus. Meski dengan anggaran yang kurang memadai, pihaknya tetap berharap dapat terlaksana dengan baik. Dijelaskan besar dana dari kegiatan pelatihan bordir total sebesar Rp 3.000.000,00 bersumber dari BLM II PNPM-MP 2010, sebesar Rp. 2.750.000,00 ditambah swadaya masyarakat Rp. 270.000,00. ( Ren, Esha )