News Room, Selasa ( 21/04 ) Tewasnya Ketua KPPS TPS 3, Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Moh. Hasyim (37), membuat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Thoha Samadi, ST meminta petugas kepolisian supaya mengusut tuntas pelaku pembunuhan tersebut. Meski hingga siang ini belum ada keterangan resmi dari petugas kepolisian tentang motif pembunuhan. Namun, tidak menutup kemungkinan berkaitan dengan pesta demokrasi Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2009 lalu. Namun, pihaknya berharap, kematian korban tidak ada kaitannya dengan Pemilu. “Kami berharap, mudah-mudahan kasus pembunuhan yang menimpa Ketua KPPS itu tidak berkaitan dengan masalah Pileg. Tapi, apapun motifnya, kami minta polisi mengungkap pelakunya, agar tidak terjadi kesimpang siuran,†katanya. Thaha Samadi mengaku, pihaknya tetap percaya dan menunggu hasil penyidikan yang dilakukan petugas kepolisian. Sebab, pembunuhan yang menimpa seorang Ketua KPPS itu sangat sensitif. Sebelumnya, seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ditemukan tewas mengenaskan dengan luka sayatan di sekujur tubuhnya, Selasa (21/04) pagi. Korban Moh. Hasyim (37) warga Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, merupakan Ketua KPPS TPS 3 mengalami luka di bagian leher, kedua tangan nyaris putus dan usus terurai. Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat dengan kondisi tergeletak berlumuran darah di pematang sawah atau 100 meter dari rumahnya. ( Nita, Esha )