Sumenep-Kominfo News Room : Secara khitah, KORPRI dibangun untuk kepentingan anggota, bukan untuk kepentingan yang lain. Pengaruh sistem politik terbukti menghilangkan fungsi KORPRI bagi kepentingan anggota, oleh karena itu, perlu pikiran jernih dan bijak untuk mengembalikan fungsinya. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum yang juga selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur saat melantik pengurus KORPRI Universitas Jember (UNEJ) periode 2005-2010 di Gedung UNEJ, Rabu kemarin (28/06). Dikatakannya, eksistensi KORPRI di lingkungan Perguruan Tinggi (PT) banyak kendala, antara lain dikarenakan aktivitas PT itu tenaganya terkonsentrasi untuk kepentingan belajar mengajar, sehingga tumpuan KORPRI banyak mengandalkan kiprah sekretariat dan sebagian pejabat struktural. Kondisi ini diperparah dengan bangunan komunikasi antara pengurus dengan anggota yang stagnanasi. Hal itu membuat eksistensinya dipertanyakan oleh anggotanya. Fenomena itu tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan politik. Pengaruh sistem politik itu telah terbukti menghilangkan fungsi KORPRI bagi kepentingan anggotanya. Menurut H. Soekarwo, KORPRI harus menjadi tumpuan dan harapan anggota dalam kapasitasnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak terkecuali di Perguruan Tinggi. Ia mengatakan, kita harus mengidentifikasi persoalan yang ada pada KORPRI sekaligus mencari solusi. Dengan terbentuknya kepengurusan ini, secara otomatis memberikan amanat kepada para pengurusnya untuk menjawab problematika anggotanya. Hanya melalui komitmen para pengurus akan menghantarkan KORPRI menjadi organisasi harapan. ( JNR, Esha )