Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-04-2009
  • 491 Kali

Korban Pemukulan Minta Pelaku Dijerat Hukum

News Room, Senin ( 06/04 ) Korban pemukulan, Minhat (46) warga Dusun Gegara Desa Tenonan Kecamatan Manding, yang diduga dilakukan secara pengeroyokan oleh warga setempat, beberapa hari lalu berharap, agar pelaku benar-benar diproses secara hukum. Karena itu, pihaknya minta keadilan kepada penegak hukum, agar menangkap para pelaku penganiayaan terhadap dirinya. Diceritakan, kedatangannya ke rumah familinya, Matrawi itu semata-mata ingin menanyakan keberadaan Bunga (14) warga Desa setempat yang hilang dari rumah. Karena ada informasi ada di rumah familinya, Minhat berusaha menanyakan kebenarannya, karena dimintai tolong oleh ayah Bunga. Namun, belum sempat bicara apapun, tiba-tiba saudara pemilik rumah berinisial SU menghajarnya tanpa ampun, bahkan ketika diluar rumahpun semakin banyak yang membantu ikut menghajar. “Waktu itu saya sudah tidak sadarkan diri, karena beberapa pukulan tidak hanya tangan, benda tumpul yang dipukulkan ke kepala dan tangan saya, lalu saya tidak sadarkan diri,”ujar Minhat ketika ditemui sejumlah wartawan tadi malam di RSD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Kapolsek Manding, Iptu Bambang Adi Winarno, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian pemukulan terhadap Minhat, bahkan pihaknya sudah menahan salah seorang tersangka, SU yang diduga sebagai tersangka utama penganiayaan terhadap Minhat. “Kita masih minta keterangan beberapa saksi yang melihat kejadian pemukulan tersebut, saat ini masih kita lakukan pemeriksaan korban maupun saksi,”ujarnya ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (06/04). Yang jelas tegas Bambang, pihaknya akan mengusut kasus tersebut sesuai prosedur dan sesuai dengan fakta-fakta dilapangan. Kalau memang ternyata melibatkan orang lain, tentu tetap akan dilakukan proses sebagaimana mestinya. Sementara informasi yang berkembang menyebutkan, kasus pemukulan bermula ketika korban mendatangai rumah famili pelaku, karena diduga Bunga yang sudah bertunangan itu berada disana, entah percekcokan apa yang terjadi, tiba-tiba sudah ada korban yang berlumuran darah. Diduga hilangnya Bunga karena dipaksa orang tuanya untuk bertunangan, yang akhirnya mengajak lari pemuda setempat. Terjadilah kejadian berdarah itu dengan rentetan kisah Siti Nurbaya. ( Ren, Esha )