News Room, Selasa ( 23/06 ) Konservasi telah menjadi salah satu issue penting bagi masyarakat mulai tingkat lokal, nasional maupun internasional. Sebab, kerusakan sumber daya pesisir dan laut, menurunnya produksi perikanan, pencemaran dan perubahan iklim telah terjadi dan memberi dampak nyata di beberapa wilyah pesisir di dunia. Hal tersebeut diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur, Ir. Kardani, MM yang diwakili Kepala Bidang Pengawasan dan Konservasi Kelautan, Ir. Eryono pada kegiatan pertemuan inisiasi pengelolaan kawasan konservasi laut daerah di Kabupaten Sumenep, bertempat di Hotel Garuda Sumenep, tadi siang Selasa (23/06) Menurutnya, kerusakan sumber daya akan mempengaruhi kehidupan jutaan orang yang tinggal di sekitar pesisir dan pulau-pulau kecil. Karena itu, diharapkan semua komponen masyarakat dapat merespon positif, baik permasalahan dan posisi penting Indonesia tersebut, sejalan dengan komitmen lokal, nasional, regional dan internasional. Ditambahkan, saat ini terdapat 28 kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan oleh daerah. Angka ini diakui memang masih jauh dari cukup, baik dalam hal jumlah maupun fungsinya. Dengan upaya yang sinergis tersebut, antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota, diharapkan kondisi tersebut akan semakin baik dikemudian hari. Sebab, pemerintah secara nasional juga terus mendorong, agar upaya konservasi sumber daya pesisir dan laut menjadi salah satu program prioritas pembangunan nasional. Bahkan, perundang-undangan soal konservasi sumber daya kelautan dan perikanan melalui Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. ( Ren, Esha )