Sumenep-Kominfo News Room : Untuk merubah image mengenai kondisi perawakan masyarakat Madura yang terkenal keras dan bodoh, bahkan sudah termarjinalkan, maka budayawan muda Madura dalam waktu dekat akan mengadakan Kongres Madura, yang akan dilaksanakan 9 hingga 11 Maret 2007 mendatang. Demikian diungkapkan Ketua Ngadek Sodek Parjuga (NSP) Sumenep, Januar Herwanto. Januar menuturkan, sebagai bekal yang akan dibawa ke tingkat kongres nanti, sejak dini pihaknya sudah berusaha mengumpulkan para budayawan muda Sumenep, untuk melakukan dialog budaya guna mencari masukan Kongres Madura Maret mendatang. Januar menerangkan, kongres itu dilakukan, bertujuan untuk memberikan pemahaman baru bagi masyarakat luar Madura, bahwa Madura saat ini sudah mengalami peng-Indonesiaan, seperti halnya nama salah satu desa, yang dulunya Topoteh sekarang berubah menjadi Batuputih. Januar menandaskan, dalam kongres nanti ada 4 hal yang akan dibahas, yakni mengenai manusia Madura, budaya, bahasa dan kesenian Madura, kemudian pendidikan dan pesantren, serta masalah kepemudaan di Madura yang sudah berkembang cukup pesat seiring dengan perkembangan jaman. Januar menjelaskan, dengan digelarnya dialog budaya itu, maka pihaknya berharap kongres Madura nantinya betul-betul bisa merubah image Madura tersebut. Bahkan, pihaknya juga akan berusaha merubah pemikiran para pemuda sekarang, yang kenyataannya mulai meninggalkan budaya maupun kesenian Madura, seperti halnya mulai pudarnya kesenian kleningan yang kalah dengan munculnya musik pop modern. ( Nita, Esha )