Sumenep-Infokom News Room : Komisi D DPRD Sumenep, Selasa (18/10) mendatangi Rumah Sakit Daerah Dr. H. Moh. Anwar, terkait adanya keluhan dari pasien mengenai pelayanan yang diberikan RSD tersebut. Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumenep, Marsum, pihaknya mendatangi RSD ini, tidak lain untuk mengklarifikasi persoalan pelayanan tersebut. Karena, berdasarkan pengaduan dari pasien yang bernama Ibnu Fajar (21) warga Desa Bluto, mengaku tidak dilayani dengan baik, mengingat dirinya sebagai pasien kecelakaan tidak ditangani secara serius. Terbukti, ketika pasien tersebut merasa kesakitan, dan obat yang ditebus dengan total sebesar Rp. 785.000,00 tidak mempan, maka keluarga pasien berusaha mencari tim medis atau dokter yang menanganinya, tapi tidak berhasil ditemui. Padahal, keluarga pasien sudah berusaha menghubungi dokter yang bersangkutan melalui telepon genggamnya, tapi tidak aktif. Marsum menerangkan, anehnya, ketika keluarga pasien mencoba menanyakan kepada petugas RSD, mereka mengatakan tidak mengetahui keberadaan dokter tersebut, sehingga keluarga pasien tersebut terpaksa memindahkan anaknya ke RSUD Pamekasan. Sementara itu Direktur RSD Dr. H. Moh. Anwar, dr. H. Dzulkifli Mahmudz, M.Si ketika ditemui News Room usai tatap dengan Komisi D membantah, kalau pihak rumah sakit tidak menangani pasien tersebut. Karena, pihak rumah sakit mempunyai data medis secara lengkap, termasuk hasil pemeriksaan, yang menyatakan pasien mengalami patah tulang dan mengeluh kesakitan. dr. Dzulkifli mengancam akan menuntut balik, apabila pasien tersebut tetap mengaku tidak ditangani dan tidak dilayani oleh pihak rumah sakit. Diterangkannya, pihak rumah sakit ini sudah berusaha melakukan suatu upaya standarisasi pelayanan dengan konsekwen. Karena itu, pihaknya merasa sudah memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien. ( Nita, Esha )