News Room, Senin ( 11/02 ) Kabupaten Sumenep yang memiliki 126 pulau, dengan 48 berpenghuni dan 78 tidak berpenghuni, mendapat perhatian dari anggota Komisi C DPRD Sumenep. Mereka menginginkan disetiap pulau yang berpenghuni itu dibangun dermaga untuk menunjang peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Sebab, selama ini ratusan pulau yang berada di 9 Kecamatan kepulauan itu dinilai masih sedikit dermaga, sehingga perlu penambahan dermaga. Untuk mewujudkan penambahan dermaga disetiap pulau itu, semua anggota Komisi C DPRD Sumenep bersama Wakil Ketua DPRD setempat, H. Hunain Santoso, SH melakukan konsultasi dan koordinasi kepada Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu (07/02) guna menyampaikan aspirasi masyarakat terkait upaya penambahan dermaga di setiap pulau di Sumenep. Ketua Komisi C DPRD Sumenep, AF Hari Pontoh, SH, MH menjelaskan, dermaga merupakan infrastruktur terpenting bagi warga kepulauan guna menopang perkembangan perekonomian masyarakat. “Kabupaten Sumenep memiliki banyak pulau, tapi ternyata tidak ada dermaga yang refresentatif dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Makanya, kami datang ke Dirjen Kementerian Perhubungan meminta agar ada anggaran dari APBN yang dikucurkan untuk Sumenep terutama untuk pembangunan dermaga,”kata Pontoh, di gedung DPRD Sumenep, Senin (11/02). Menurut Ponto, hasil konsultasi dan koordinasi itu, ternyata pemerintah pusat menyambut baik, hanya saja sebelum menganggarkan di APBN, karena perlu adanya survey yang dilakukan pusat didaerah mana saja yang dinilai refresentatif ditempati dermaga. “Mudah-mudahan secepatnya keinginan itu bisa terealisasi. Kami yakin, kalau setiap pulau ada dermaga roda perekonomian warga setempat akan cepat berkembang,” terangnya. Pontoh mengungkapkan, terwujudnya dermaga disetiap kepulauan itu tentunya juga dibutuhkan dorongan aktif dari eksekutif. “Terwujudnya dermaga disetiap pulau di Sumenep, sebenarnya tergantung kepedulian dari pemkab juga, kalau pemkab peduli terhadap masyarakat kepulauan ya segera membuat terobosan-terobosan baru dengan dimulai mengirimkan proposal,”ungkapnya. Pada tahun 2012 ini telah dianggarkan di APBN sebesar Rp. 8 milyar untuk kepulauan Sepudi dan tahun 2013 ini juga dianggarkan sebesar Rp. 12 milyar dari APBN untuk kepulauan/Kecamatan Sapeken. “Namun, kegiatannya tidak dirinci, hanya diploting saja. Kedepan kami berharap pemerintah kabupaten lebih aktif dalam memberdayakan perekonomian masyarakat kepulauan, salah satunya dengan cara membangun dermaga. Sedangkan dananya tidak harus dari APBD, kan bisa mengajukan melalui APBN,”pungkasnya. ( Nita, Esha )