News Room, Jum’at ( 14/01 ) Anggota Komisi B DPRD Sumenep, Jum’at (14/01) siang, melakuan inspeksi mendadak (Sidak) ke perairan Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi, untuk memastikan dugaan adanya tumpahan minyak milik PT. Santos. “Pada Jum’at (14/01) pagi, kami menerima laporan dari warga yang bermukim dipesisir pantai Desa Pagarbatu, Saronggi, bahwa disekitar pantai setempat ada minyak meluber,”kata Darul Hasyim, Anggota Komisi B DPRD Sumenep, pada wartawan dikantornya, Jum’at (14/01). Ia juga mengungkapkan, dugaan sementara yang disampaikan warga, melubernya minyak di Pantai Pagarbatu itu, akibat adanya kebocoran pipa milik PT. Santos. “Untuk itu, siang ini kami langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pantai Pagarbatu, guna memastikan apakah memang ada kebocoran minyak atau tidak dilokasi tersebut,”ujarnya. Jika ternyata hasil pantauan itu benar ada kebocoran pipa, kata Darul, pihaknya akan secepatnya memanggil PT. Santos serta Kantor Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupate Sumenep, untuk mengatasi persoalan itu. “Karena, implikasi terburuk yang akan terjadi akibat kebocoran pipa tersebut, adalah kerusakan ekosistem,”ungkapnya. Darul juga mengungkapkan, apabila ekosistem sudah rusak, bisa dipastikan mata pencaharian nelayan akan terputus. Sebab, ikan akan banyak yang mati termasuk terumbu karang. “Kami berharap melubernya minyak di pantai Pagarbatu itu, bukan akibat kebocoran pipa milik PT. Santos,”pungkasnya. ( Nita, Esha )