News Room, Sabtu ( 22/05 ) Ada beberapa temuan Komisi B DPRD Sumenep kebeberapa lokasi pelayanan masyarakat dan perusahaan milik Pemerintah Daerah, seperti PT. Wira Usaha Sumekar (WUS) yang menjadi sasaran inspeksi mendadak (Sidak) dalam sepekan kemarin. Beberapa diantaranya akan dilakukan pertemuan tindak lanjut, sehingga diharapkan ada penyelesaian terhadap temuan dan laporan dari masyarakat maupun kebijakan yang dilakukan. Seperti halnya, ketika kembali melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal diteras depan pasar Anom Baru Sumenep. Sidak itu dilakukan untuk memastikan situasi sebenarnya para PKL, yang beberapa waktu lalu sempat "bersitegang" dengan pihak UPT Pasar. "Padahal, para PKL ini sudah membuat surat perjanjian untuk tidak menempati areal parkir. Tapi kenyataannya, mereka masih nekat berjualan disana. Jelas ini akan membuat persoalan lagi,â€Âujar Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Ir. Bambang Prayogi. Untuk itu, tegas Bambang, pihaknya akan memanggil para PKL itu untuk dimintai klarifikasi, sehingga persoalan tersebut tidak berkepanjangan. Dan semua pihak bisa menerima dengan lapang dada. Disamping melakukan sidak ke Pasar Anom Baru Sumenep, ketika Komisi A juga berkunjung ke PT. WUS dan sejumlah Apotik milik Pemkab Sumenep, yang dinilai masih banyak yang perlu dibenahi. "Kami juga mengusulkan, agar perawatan mobil dinas dimasing-masing dinas itu dilakukan di internal. Karena selama ini perawatan dan perbaikan kendaraan dinas dilakukan disembarang tempat. Nah, dengan cara seperti itu, akan menambah pendapatan hasil daerah.â€Âtambahnya. Cuma persoalannya, pihaknya juga masih kebingungan. Pasalnya, dari Pemkab masih belum bisa memutuskan pihak mana yang lebih berkompeten untuk melaksanakan itu. Karena masih saling tarik menarik antara Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dengan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Sumenep. ( Ren, Esha )