News Room, Jumat ( 13/07 ) Untuk melindungi petani garam terhadap permainan penyerapan garam oleh pengusaha garam, Komisi B DPRD Sumenep, mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, menjadi fasilitator membentuk assosiasi garam yang diakui bersama, baik petani dan pengusaha garam, maupun Pemerintah Kabupaten Sumenep. Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Ir. Bambang Prayogi menjelaskan, selama ini kebedaraan assosiasi garam sangat banyak dan bermacam-macam, sehingga Pemerintah Kabupaten tidak tahu secara pasti nilai serap garam yang dilakukan para pengusaha garam. “Banyaknya assosiasi garam itu, kami menduga ada data penyerapan garam yang di mark up sebesar mungkin, agar pengusaha garam bisa mendapat ijin impor garam. Makanya, kami ingin secepatnya dibentuk assosiasi garam yang diakui bersama,”kata Bambang, di Sumenep, Jumat (13/07). Setelah assosiasi garam yang diakui bersama terbentuk, kata Bambang, baru pihaknya akan meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep, menerbitkan Peraturan Bupati, (Perbup), mengenai tata niaga garam. “Assosiasi garam yang diakui bersama harus dibentuk terlebih dahulu, bari kami akan minta bapak Bupati Sumenep, menerbitkan Perbup tentang tata niaga garam, untuk melindungi Petani Garam setempat,”terangnya. Menurut Bambang, pertemuan yang digagas komisinya antara petani garam, Assosiasi maupun Pengusaha Garam, pada Jumat (13/07) pagi, belum menghasilkan kejelasan tidak diserapnya garam rakyat tahun ini. “Oleh karena itu, kami meminta pada Disperindag Kabupaten Sumenep, agar menghentikan ijin impor garam bagi para pengusaha garam tersebut, sebelum garam rakyat terserap seluruhnya. Dan melakukan peninjauan kelapangan mengenai produksi maupun harga garam,”ujarnya. Bambang mengungkapkan, pihaknya menyangsikan alasan pengusaha garam, seperti Gerindo yang belum melakukan penyerapan terhadap garam rakyat tahun 2012, di Sumenep. Bahwa panen garam rakyat masih berjumlah 2.000 ton, yang habis dalam waktu 1 hari. “Tapi, kami tidak langsung mempercayai alasan tersebut. Dalam waktu dekat, kami akan turun di Sumenep, tahun 2012,”ungkapnya. ( Nita, Esha )