Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-12-2011
  • 487 Kali

KMS Sumenep Gelar Aksi Teatrikal Kecam Kekerasan Polisi Di Bima

News Room, Rabu ( 28/12 ) Puluhan mahasiswa Sumenep, yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS), Rabu (28/12) pagi, menggelar aksi teatrikal di depan Taman Adipura, Kecamatan Kota setempat, mengecam kekerasan aparat kepolisian saat menghalau para demonstran di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Teatrikal yang diperagakan 5 aktivis KMS, menggambarkan kekerasan yang dilakukan polisi ketika membubarkan massa di Pelabuhan Sape, Bima, dan mengakibatkan 2 korban tewas. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi KMS, Moh. Zainullah mengatakan, pihaknya mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan polisi dan mengakibatkan korban, baik tewas maupun luka. “Kami sangat kecewa terhadap aksi brutal aparat kepolisian, dengan mengobral tembakan pada warga sipil di Bima, NTB,”kata Zainullah, ditengah-tengah aksi teatrikal di depan taman adipura, Sumenep, Rabu (28/12). Untuk itu, kata Zainullah, kekerasan aparat kepolisian itu diharapkan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. “Pemerintah maupun Kapolri harus menindak tegas terhadap polisi yang telah melakukan kekerasan bagi warga sipil. Mestinya tidak sampai jatuh korban dalam penghalauan massa di Bima, kalau polisi bertindak lebih bijaksana, bukan kekerasan dalam melawan warga yang tak bersenjata,”terangnya. Selain aksi teatrikal, seorang aktivis KMS lainnya menyebarkan selebaran yang isinya mengutuk penembakan yang dilakukan polisi kepada massa yang berunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Dalam selebaran yang disebarkan kepada warga di depan Taman Adipura, KMS juga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan di Bima, dengan menindak tegas dan memecat Kapolri, Kapolda NTB, Kapolres Bima, dan semua polisi yang terlibat dalam kasus itu. Usai melakukan teatrikal dan menyebarkan selebaran, puluhan aktivis KMS membubarkan diri secara tertib, dengan dikawal ketat anggota Polres Sumenep. ( Nita, Esha )