Sumenep-Kominfo News Room : Kapal Motor Tompo Tika Surabaya milik PT. Bhahtera Permai Eka Tamah tenggelam diperairan laut Cellong Desa Pajanangger Kecamatan Arjasa. KM Tompo Tika yang bermuatan 800 ton garam dari Kabupaten Bima Nusa Tenggaran Timur (NTT) dengan tujuan Bagan Siapi Api Kabupaten Riau Sumatera Utara itu tenggelam, disebabkan karena kondisi kapal bocor dan diterjang ombak selama 9 jam. Tokoh masyarakat Desa Cellong, Daeng Sinasi saat dihubungi melalui telepon selulernya menceritakan, bahwa 14 ABK telah diselamatkan oleh masyarakat nelayan setempat, namun salah satu ABK Amran yang berasal dari Gorontalo kondisi sangat parah dengan luka serius dan saat ini yang bersangkutan sedang dirawat masyarakat setempat. Bahkan masyarakat juga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang bisa diangkut dengan perahu. Sementara itu, Hermanto selaku Nakhoda KM. Tompo Tika asal Belitung mengatakan, kapalnya tenggelam pada saat datang ombak besar yang menyebabkan badan kapal bocor. Mengetahui kapalnya ada masalah, terpaksa berusaha mencari penyelamatan dengan memutar haluan menuju pulau Kangaen, namun sebelum mendekati bibir pantai kapal tersebut tenggelam. Sedangkan Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep, Drs. H. Kurniadi Wijaya, M.Si mengatakan, pihaknaya telah meminta Camat setempat untuk memberikan pertolongan kepada ABK dan melakukan kontak dengan perusahaan pelayarannya. Sementara ke 13 ABK KM Tompo Tika itu, yakni Ersad (50) asal Surabaya, Suryansa (59) asal Surabaya, Ibnu (42) asal Surabaya, Ridwan (45) asal Surabaya dan Amran (42) asal Gorontalo, Thamrin (45) asal Pemalang Jawa Tengah, Elis asal Sulawesi Selatan, Sarafudin (26) asal Makassar, Oseng (46) asal Bagan Siapi Api, Sinto Mulyo (26) asal Tuban, Cecep (27) asal Garut, Gunawan (20) asal Cirebon dan Hidil (60) asal Padang. ( Yasik, Esha )