Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-05-2009
  • 522 Kali

KM Teguh Mulya Tak Beroperasi, Harga Sembako Kepulauan Merangkak Naik

News Room, Selasa (12/05) Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, mulai merangkak naik. Hal itu disebabkan tidak beroperasinya Kapal Motor (KM) Teguh Mulya ke Kepulauan Masalembu. Sejak tiga pekan lalu, armada keperintisan yang melayani pelayaran Sumenep-Masalembu, hanya satu kapal, yakni KMP Amukti Palapa. Akibatnya, kiriman sembako ke Masalembu tersendat, karena selama ini KM Padi maupun penggantinya, KM Teguh Mulya merupakan kapal yang biasa mengangkut barang dalam sejumlah besar. Warga Desa Masalima, Masalembu, Zainol Hasan mengatakan, KM Teguh Mulya yang merupakan pengganti KM Padi, sejak 27 April lalu, belum operasi karena masih diperbaiki di Tanjung Perak, Surabaya. “Persediaan sembako mulai menipis. Akibatnya, harga juga naik drastis. Gula yang biasanya Rp. 7.500,- menjadi Rp. 9.500,- per kilogram, dan beras yang semula Rp 5.000,- naik Rp. 8.500,- per kilogramnya,” terang Zainol, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (12/5/2009). Ia menjelaskan, sebenarnya para pedagang sudah kulakan ke Surabaya. Namun, ketika akan berangkat ke Masalembu pada 27 April lalu, KM Teguh Mulya ditabrak kapal di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, dan hingga sekarang belum bisa beroperasi. “Semua barang yang harganya mencapai Rp. 500 juta itu, masih berada di KM Teguh Mulya. Untuk pindah menggunakan kapal lain, Pedagang enggan melakukannya,” terang Zainol. Sedangkan Mohammad Ridwan, salah seorang pedagang asal Masalembu, mengatakan, dirinya terpaksa harus tetap berada di Surabaya, karena KM Teguh Mulya "terbengkalai" di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tidak bisa berlayar membawa barang dagangannya ke Masalembu. “Sudah 16 hari ini saya di Surabaya. Barang dagangan terlanjur dinaikkan ke kapal. Jadi, tidak mungkin meninggalkan kapal,” ujarnya, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (12/5/2009). Barang dagangan yang dibelinya di Surabaya untuk dipasok ke Masalembu dan terlanjur dinaikkan ke KM Teguh Mulya sebanyak 50 ton, terdiri dari beras sebanyak 40 ton, dan sisanya 10 ton adalah gula dan tepung. Sementara itu, Kepala Kantor Administratur Pelabuhan (Adpel) Kalianget, Abd. Rachem menjelaskan, sejak 27 April hingga Selasa ini, KM Teguh Mulya belum bisa operasi, karena masih diperbaiki di Tanjung Perak, Surabaya. “Akibat ditabrak kapal pada 27 April lalu, bagian depan KM Teguh Mulya mengalami kerusakan, dan itu harus diperbaiki, sebelum kembali beroperasi melayani jalur keperintisan,” katanya menambahkan. ( Nita, Adjie )