News Room, Sabtu ( 20/04 ) Kapal Motor (KM) Mitra Jaya 8, yang dinakhodai Zul Lubis, dengan 26 ABK dan Mualim III, Samudera Panjaitan, terbakar di Perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep. Bangkai kapal hangus dilalap si jago merah, sedangkan nakhoda bersama Mualim III, hilang dan 26 ABK selamat, yang sebelumnya sempat terombang ambing ditengah laut selama 23 jam. Salah seorang ABK selamat, Iwan, menjelaskan, KM Mitra Jaya 8 berangkat dari Jakarta tanggal 30 Maret 2013, hendak mencari ikan di 30 mil utara barat Pulau Masalembu. Namun tanggal 18 April 2013, tiba-tiba muncul api dari kamar listrik diduga akibat konsleting. “Api semakin lama semakin besar dan menghanguskan kapal hingga kapal pun tenggelam,”ucapnya. Sejak kapal terbakar, lanjut Iwan, nakhoda kapal dan Mualim III, melompat ke laut lebih awal dibanding ABK lainnya. “Mereka bilang akan mencari pertolongan. Tapi ternyata sampai sekarang tidak kembali. Sementara, saya dan 25 ABK lainnya bersama-sama melompat ke laut, ketika kondisi kapal makin miring dan tenggelam. Kami sempat bertahan didalam kapal selama 23 jam,”terangnya. Iwan mengaku bersyukur, setelah terapung-apung dilaut selama 24 jam, akhirnya ditemukan oleh nelayan Ambunten dan dievakuasi ke kapal mereka, yakni KM Pancasona 1 dan 2. “Beruntung ada kapal nelayan asal Dusun Pandeman, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Jadi, kami dibawa kesini,”katanya. Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto, mengungkapkan, saat ini ke 26 ABK KM Mitra Jaya 8, ditampung di rumah H. Maksil, warga Dusun Pandeman, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. “Kami sudah menghubungi pemilik kapal di Jakarta, dan mereka akan datang kesini untuk menjemput para ABK,”ungkapnya. Edy menambahkan, untuk 2 awak kapal yang hilang, yakni Nakhoda dan Mualim III, masih dilakukan pencarian. “Koordinasi dengan Syahbandar dan pihak-pihak terkait terus kami lakukan, guna mencari 2 awak KM Mitra Jaya 8 yang hilang,”tandasnya. ( Nita, Esha )