Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-04-2016
  • 441 Kali

Klaim Dinkes Belum Selesaikan Tunggakan SPM Hingga Rp. 7 Milyar

News Room, Rabu ( 13/04 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, sejak Januari hingga Maret 2016, dianggap belum menyelesaikan pembayaran pasien pengguna Surat Pernyataan Miskin (SPM), oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga mencapai Rp. 7 milyar. 

"Tunggakan dana SPM ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sebesar Rp. 7 milyar itu sejak Januari hingga Maret 2016,"kata Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. H. Fitril Akbar, M.Si, Rabu (13/04). 

Ia menuturkan, sebenarnya tunggakan pembayaran pasien pengguna SPM ini terjadi tiap tahun. Pada tahun 2015, tunggakan mencapai Rp. 7 milyar, baru diselesaikan bulan kemarin. 

"Yang diselesaikan pembayaran dana pasien SPM itu untuk tahun kemarin. Sedangkan periode Januari hingga Maret 2016, dengan besaran yang sama, yakni Rp. 7 milyar masih berhutang,"tukasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. H. Ahmad Fathoni, M.Si membantah jika mempunyai tunggakan sebesar Rp. 7 milyar tentang pembayaran pasien SPM. 

"Tidak benar itu. Kami di Dinkes sudah melunasi pembayaran SPM sebesar Rp. 5 milyar periode Januari hingga Pebruari 2016 kepada RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep termasuk untuk pasien yang dirujuk ke RS di Surabaya,"ungkapnya. 

dr. Fatoni mengungkapkan, yang belum diselesaikan hanya untuk periode bulan Maret saja. "Pembayaran SPM bulan Maret memang belum dilakukan, karena pihak RSUD dr. H. Moh. Anwar masih belum menyetorkan laporannya ke Dinkes,"terangnya. 

Menurut dr. Fathoni, jika RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menyetorkan data, terkait jumlah pasien pengguna SPM di bulan Maret, maka segera akan dilakukan pembayaran. "Kalau data sudah disetor, kita akan selesaikan kok,"pungkasnya. ( Nita, Esha )