Sumenep-Kominfo News Room : Keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang sebelumnya dikenal sebagai Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa (Kelompencapir), sejak dulu memang diakui sebagai kelompok masyarakat yang tumbuh dari bawah itu merupakan akses penyebar informasi yang sangat tangguh ditengah masyarakat. Namun, karena adanya perubahan situasi yang berkembang di negeri ini, kondisi dan eksistensi kelompok masyarakat tersebut sempat mengambang. Dengan diaktifkannya kembali kelompok masyarakat yang sangat dibutuhkan dalam situasi sekarang ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Dr. Syofyan A. Djalil, SH, MA melalui Pekan KIM yang diadakan Dinas Informasi dan Komunikasi Propinsi Jawa Timur, Selasa (04/04) di GOR Wijaya Kusuma Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto, mencanangkan pelaksanaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) 2006. Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Informasi dan Komunikasi (sekarang Badan Komunikasi dan Informasi) yang tetap konsisten dalam membina Kelompencapir atau KIM sekarang ini telah membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Terbukti, dalam kegiatan Lomba KIM tingkat Propinsi Jawa Timur, Kabupaten Sumenep mewakilkan KIM Nurul Jannah Desa Pakandangan Sangrah Kecamatan Bluto, yang berdiri sejak tahun 1992 (Kelompencapir) dan dirubah menjadi KIM sejak tahun 2002 lalu itu menggondol Juara I Lomba KIM Jawa Timur. Keberhasilan KIM Nurul Jannah tersebut merupakan buah dari hasil motivasi dan pembinaan yang senantiasa diberikan oleh berbagai pihak, khususnya kepedulian Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, sehingga dinobatkan sebagai Pembina KIM Terbaik di Jawa Timur, dan diikuti juga oleh Tokoh Masyarakat sebagai Perintis KIM di Sumenep, masing-masing KH. Noer Mohammad Takib dari Desa Pakandangan Sangrah Kecamatan Bluto dan Rohawi dari Desa Tananerah Kecamatan Saronggi. Menteri Kominfo Syofyan A. Djalil ketika mencanangkan pelaksanaan KIM itu menyambut baik gagasan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur dengan dihidupkannya kembali KIM yang dulu bernama Kelompencapir itu, sehingga ia merasa terinspirasi dan kegiatan tersebut akan dijadikan model untuk dikembangkan di seluruh Indonesia. ( Esha )