News Room, Selasa ( 02/06 ) Sebanyak 20 perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), yang hadir pada Pekan Informasi 2009 Jawa Timur, Senin siang (01/02), mengikuti workshop/pelatihan pengoperasian Teknologi Informasi (TI), di Gedung Telecenter “Daragatiâ€Â, Kedungkandang, Malang. Dari jumlah yang ada, ternyata mayoritas belum memahami penggunaan dan manfaat teknologi melalui jaringan internet. Instruktur Pelatihan TI, Pungky Setiawan, ketika ditemui disela-selah kegiatan mengatakan, saat memberikan pemaparan seputar e-mail, kebanyakan peserta belum mengerti. Bahkan, ada pula yang belum bisa sama sekali menggunakan komputer. Menurutnya, pelatihan yang hanya dilaksanakan satu hari ini optimistis dapat bermanfaat bagi para peserta. Pelatihan menggunakan metode teori dan praktik. Dengan dua metode ini, peserta akan lebih memahami dan mudah mengingatnya. â€ÂKami yakin peserta pelatihan selanjutnya bisa mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi internet. Hal itu, dapat saya ketahui setelah melihat hasilnya saat usai menerima pembelajaran yang saya sampaikan tadi,†tuturnya. Pungky juga mengatakan, penerapan TI untuk pemberdayaan KIM, salah satunya harus mampu mengaplikasikannya dengan membuat email. Alasannya, memberikan pemahaman kepada peserta bahwa email merupakan media komunikasi melalui internet yang dinilai murah, cepat dan praktis. Sementara itu, Mohammad, salah satu peserta pelatihan dari KIM Pamekasan mengatakan, pelatihan ini sangat membantu, khususnya kepada peserta KIM yang tidak memahami penggunaan dan pemanfaatan internet. â€ÂSaya masih belajar mas, ini juga saya sedang dapat bimbingan. Semoga kedepan saya bisa mempraktikkannya, dan menularkannya kepada teman KIM yang lain,†tuturnya. Sedangkan Alfian Nur, ST salah seorang staf Bidang Aplikasi Telematika, Dinas Kominfo Kabupaten Sumenep, yang juga hadir di acara itu, mengatakan, untuk tingkat Jawa Timur, seharusnya workshop sudah tidak lagi membahas hal-hal dasar seperti itu. Ia juga menambahkan, pengetahuan dasar internet seperti seharusnya dipahami dan matang di tingkat Kabupaten. Sehingga ketika masuk ke tingkat provinsi, teman-teman KIM bisa mendapatkan pelatihan yang tingkatannya lebih tinggi. “Seharusnya aplikasi pelatihannya bermaterikan tentang manfaat dan dampak internet yang lebih mendalam. Dengan melihat kapasitas peserta yang ada, ini merupakan indikasi bahwa pemerintah di masing-masing daerah, kurang memperhatikan pembinaan KIM di bidang teknologi informasi. Alfian mengatakan, KIM di Kabupaten Sumenep sudah “berlari†di bidang TI, dibandingkan apa yang ia lihat di pelatihan tersebut. Ini juga merupakan hasil upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memajukan daerahnya, melalui teman-teman Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada,†katanya. ( Adjie, Esha )