News Room, Jumat ( 18/07 ) Orang yang baik adalah yang sesuai dengan porsi dan posisinya, bukan hanya orang yang selalu beribadah namun tidak bisa memberikan sesuatu yang berharga dan bermanfaat untuk orang-orang yang dicintainya, seperti halnya suami kepada istrinya dan istri kepada suaminya. Hal tersebut merupakan bagian dari tausiah yang diberikan penceramah agama, KH. Sukron Jazila, M.Ag pada acara Santapan Rohani Ramadhan 1435 H/2014 M yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumenep, di Gedung KORPRI Sumenep, Jumat (18/07). Menurut Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini, untuk mencari orang yang sempurna di dunia ini tentu tidak ada, namun bagaimana mensyukuri apa yang dimiliki dan menikmati apapun dan dimanapun berada dengan penuh kesabaran dan keiklasan. Dicontohkan, kesabaran yang dihadapi oleh Nabi Yusuf, AS yang harus hidup di dalam penjara beberapa tahun lamanya, dibuang ke sumur dan dilempari batu oleh saudaranya sendiri. Namun, Nabi Yusuf selalu menghadapinya dengan kesabaran dan keiklasan, karena “Surga” sudah ada didalam hatinya. Begitu juga dengan saudara kita di Palestina yang harus terus tabah di dholimi oleh orang-orang Yahudi “Mari kita ambil pelajaran dari semua itu, jadikan surga selalu berada di dalam hati kita,”tambahnya. Kegiatan santapan rohani Ramadhan ini juga berlangsung di Pendopo Kantor Camat Gapura, dengan penceramah Drs. KH. Moh. Arifien. ( Ren, JuP-11, Esha )