Sumenep-Infokom News Room : Serap aspirasi penjaringan bakal Calon Bupati masa bhakti 2005-2010, DPC PPP Sumenep dengan PAC PPP se Kabupaten Sumenep diikuti sedikitnya 11 orang putera daerah, menariknya dari ke 11 orang tersebut, 2 diantaranya, yakni KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dan Drs. H. Abdul Muiz, MM, termasuk didalam penjaringan bakal Calon Bupati PPP. Padahal keduanya tidak mendaftarkan diri sebagai kandidat Calon Bupati dari pintu PPP, hanya saja KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dan Drs. H. Abdul Muiz, MM terjaring DPC PPP Sumenep, lantaran keinginan dari masyarakat. Ditemui seusai serap aspirasi, Ketua DPC PPP Sumenep, Drs. KH. A. Warist Ilyas menjelaskan, setelah dilakukan serap aspirasi dengan pengurus partai ditingkat bawah, maka sebagai langkah selanjutnya partainya akan membentuk Tim Latjlak (Tim Penetapan Calon) yang akan menentukan siapa dari ke 11 kandidat yang dipercaya sebagai Calon Bupati dari pintu PPP. Namun demikian, Kyai Warist menagkui, meski keputusan akhir berada ditangan Tim Latjlak, namun aspirasi dari masyarakat sebagai tolak ukur untuk mengetahui keinginan massa PPP, baik yang terjaring warga partainya, maupun mereka yang mendaftarkan diri. Dijelaskan pula, Tim Latjlak yang beranggotakan 13 orang yang kesemuanya pengurus PPP itu hanya bertugas menetapkan Calon Bupati, sedangkan Calon Wakil Bupatinya akan ditetapkan tahap selanjutnya. Bahkan Kyai Warist mengakui pula, jika Tim Penetapan memutuskan figur diluar Partai, maka hal tersebut tidak menjadi persoalan, sebab hingga saat ini tidak ada aturan yang mengharuskan Calon Bupati dari kader partai. Sementara itu 9 figur yang mendaftarkan diri untuk mengikuti penjarinagan Bakal Calon Bupati partai berlambang Ka’bah ini, yakni Drs. RB. H. Hasbullah, DR. Moh. Hosein Taufik, Drs. H. Moh. Kafrawi, Zainuddin AZ, Kol Purn TNI Artawi Sahari, H. Kamil Usman, Ir. Umar Fatah, Drs. H. Ali Bhuhari, MM serta H. Budi Mulyono. Sedangkan 2 nama, yakni KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dan Drs. H. Abdul Muiz, MM didaftarkan oleh masyarakat. Adapun PAC PPP yang tidak mengikuti serap aspirasi tersebut, yakni PAC Masalembu, Gayam, Sapeken, Nonggunong, dan Kalianget. ( Yasik, Esha )