Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-04-2015
  • 1322 Kali

Keutamaan Bulan Rajab, Salah Satu Dari Empat Bulan Haram

News Room, Rabu ( 22/04 ) Umat Islam memiliki sistem kalender sendiri yang berdasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Dalam kalender Hijri, sedikitnya ada empat bulan yang dikenal sebagai bulan haram. Beberapa literatur Islam menyebutkan banyak keutamaan dari keempat bulan tersebut.

“Yang termasuk bulan haram itu ialah Muharram, Dzulhijjah, Dzulqadah dan bulan saat ini yaitu Rajab,” kata Drs. K. Moh. Raheli, saat memberi kuliah subuh di hadapan anggota Majelis Dzikir Raudlatul Hikmah, Langgar Kiyai Wongsoleksono, Jalan Barito Desa Pandian, Rabu, (22/04).

Kiyai Raheli lalu mengutip Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin tentang fadlilah puasa berturut-turut di bulan-bulan haram yang salah satunya bulan Rajab tersebut.

 “Di sana disebut bahwa barang siapa yang berpuasa tiga hari berturut-turut yang dimulai hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, seperti beribadah selama tujuh ratus tahun,” tambahnya.

Sementara, salah satu tokoh agama Sumenep, K.R. Ismail Wongsoleksono mengatakan bahwa sebenarnya seluruh bulan dalam kalender Islam itu memiliki banyak keutamaan, karena Allah SWT sendiri yang mengutamakannya. Sehingga sebagai muslim seyogiyanya menggunakan kalender hijri, karena kalender hijri menggunakan kalender bulan (lunar calendar).

“Kalender qamariah atau bulan ini merupakan kalender yang sempurna. Seperti bulan purnama (pertengahan bulan) yang selalu jatuh pada tanggal 15 bulan hijri. Bumi, bulan, matahari pada waktu itu berada pada garis yang lurus, sehingga saat itu pasang air laut lebih tinggi dibanding masa sebelumnya. Pada waktu purnama juga kebiasaan hewan melakukan perkawinan. Jadi kalender hijri yang lebih digunakan alam semesta,” tuturnya panjang lebar.

Namun Kiyai Isma’il melanjutkan, ketika kembali kepada posisi manusia sebagai mahluk sosial, setiap muslim juga mau tak mau mengikuti kalender Masehi, karena hingga kini kalender ini yang dipakai dunia. “Jadi intinya jangan sampai kalender Islam ini tidak populer di kalangan kaum muslim sendiri,” tutupnya. ( Farhan, Fer )