Sumenep-Kominfo News Room : Tindakan yang menyinggung perasaan ummat Islam kembali terjadi. Sejumlah orang di Denmark menggelar lomba menggambar kartun Nabi Muhammad. Hal ini pun dianggap sebagai tindakan penghinaan. Tak heran komentar keras pun muncul. “Ini yang kedua kalinya, saya mengutuk langkah mereka, karena di kalangan ummat Islam diharamkan menggambar Nabi Muhammad sekalipun dengan gambar yang bagus. Apalagi gambar yang diplesetkan†kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Drs. H. Amidhan, saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Minggu kemarin (08/10). H. Amidhan beranggapan, perbuatan yang dilakukan orang-orang tersebut sebagai cerminan tindakan yang tidak mempunyai toleransi terhadap orang lain. Padahal alasan kebebasan yang mereka junjung, bukan berarti boleh menghina orang lain. “Saya tidak terima ini, pemerintah Denmark harus memperhatikan ini, karena bagaimanapun negara tersebut ikut bertanggung jawab atas tingkah laku warganya yang tidak memperhatikan toleransiâ€, ujar H. Amidhan. Ia pun menyampaikan protesnya terhadap pemerintah Denmark melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Denmark akibat tindakan ini, apalagi saat ini kaum muslim sedang dalam suasana Ramadhan. Sebelumnya, stasiun televisi negara Denmark menyiarkan rekaman video amatir yang memperlihatkan beberapa anggota muda Partai Anti Migran Rakyat Denmark (DPP) terlibat dalam lomba menggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad. Dalam rekaman itu terlihat beberapa anggota muda yang berusia 20-an dan 30-an tahun sedang minum-minum, bernyanyi dan menggambar kartun Nabi Muhammad. Wajah-wajah anggota partai itu sengaja dikaburkan. Namun gambar yang mereka buat terlihat jelas. Salah satu kartun itu menggambarkan Nabi Muhammad seperti unta yang sedang buang air kecil dan minum bir. Kartun lainnya memperlihatkan Nabi Muhammad dikelilingi oleh botol-botol bir. ( DC, Esha )