Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-01-2018
  • 683 Kali

Ketua Kadin Sumenep Ikut Angkat Bicara Soal Impor Beras

Media Center, Rabu ( 24/01 ) Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar, ikut angkat bicara soal Keputusan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita yang akan impor beras 500.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Impor beras itu harus disesuaikan dengan data yang valid. Berapa stok beras yang ada saat ini, apakah memang kurang atau tidak," terang Irul, sapaan akrab Hairul Anwar, Rabu (24/01).

Ia menuturkan, jangan sampai keputusan impor beras hanya dijadikan tameng belaka untuk mencekik para petaniĀ  di Indonesia. Sebab, dengan adanya impor beras, secara otomatis harga beras lokal akan turun.

"Ini yang harus dihindari. Kalau memang diperlukan impor ya ditentukan jumlahnya. Mengingat Maret nanti petani kita sudah akan masuk musim panen padi," tuturnya.

Irul melihat impor beras tersebut menandakan jika program swasembada beras atau ketahanan pangan nasional, gagal. Idealnya, impor beras itu bisa dilakukan, jika data kebutuhan beras secara keseluruhan menunjukkan 1 juta ton, namun hasil panen hanya 800.000 ton.

"Nah, kalau datanya begitu, ya boleh lah impor beras. Tapi jumlahnya mengacu pada kebutuhan itu saja. Jangan sampai situasi ini dimanfaatkan pihak terkait," tukasnya. ( Nita, Esha )