News Room, Sabtu ( 10/04 ) Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH menyikapi serius terkait issue dugaan pemerasan terhadap staf Sekretariat DPRD setempat senilai Rp. 5 juta. “Ini sangat tidak benar. Saya tidak pernah memeras staf sekretariat, bagi saya pemerasan itu sama halnya dengan pemaksaan yang memang bertentangan dengan hati nurani,â€Âkata KH. Imam Hasyim, ketika jumpa pers di Sumenep, Sabtu (10/04). Ia menceritakan, sebelumnya memang pernah dirinya dimintai tolong oleh salah seorang PNS Sekretariat DPRD Sumenep, untuk naik jabatan. “Namun, saya tidak menjanjikan. Karena, kewenangan jabatan itu ada ditangan Sekretaris Daerah. Apalagi golongan yang dimiliki oknum tersebut hanya di level 4-A, sedangkan yang berhak menjabat sebagai Sekretariat DPRD Sumenep adalah golongan 4B,â€Âujarnya. Dan, ketika itu, kata KH. Imam, dirinya sempat bergurau jika tidak mempunyai duit dengan menunjukkan dompet kosong. Tidak berselang lama datang seorang staf Sekretariat Dewan dengan memberikan uang senilai Rp. 5 juta. “Jujur saja, saya langsung terima uang tersebut, karena dianggap kepedulian staf pada pimpinan DPRD Sumenep. Tapi, karena mendapat informasi yang kurang enak, akhirnya uang tersebut saya dikembalikan. Sekali lagi, saya bukan meminta atau memeras staf Sekretariat DPRD Sumenep,â€Âungkapnya menegaskan. KH. Imam menjelaskan, jika persoalan itu ditanggapi oleh Badan Kehormatan, dirinya siap menghadapinya. “Saya persilahkan Badan Kehormatan (BK) untuk mengambil sikap terhadap issue tersebut. Sebab, saya sebagai Ketua DPRD Sumenep, tidak pernah melakukan pemerasan,â€Âterangnya. ( Nita, Esha )